Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Turun Langsung ke Klaten, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Imunisasi Campak Jadi Prioritas Utama

Angga Purenda • Rabu, 8 April 2026 | 17:38 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026). (Dokumentasi Diskominfo Klaten)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026). (Dokumentasi Diskominfo Klaten)
RADARSOLO.COM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan peninjauan langsung pelaksanaan imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026).

Kehadiran gubernur didampingi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto.

Kedatangan Luthfi guna memastikan percepatan penanganan kasus campak di wilayah Kota Bersinar.

Baca Juga: PT Abhirama Kresna Menjajagi Kontribusi dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim bersama YKAN melalui Pengelolaan Hutan Alam secara Lestari

Dalam arahannya, gubernur menegaskan bahwa penyakit campak tersebut menjadi atensi serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Terlebih lagi, Klaten merupakan satu dari enam daerah di Jateng yang menjadi prioritas penanganan. Dikarenakan adanya temuan kasus yang dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di bidang kesehatan.

"Kita lakukan pengecekan serentak di kabupaten dan kota agar ini tidak menjadi wabah meluas. Klaten masuk dalam prioritas bersama Cilacap, Kudus, Demak, Pati dan Banyumas. Hari ini kita pastikan capaian vaksinasi sudah mendekati 90 persen," ujar Luthfi.

Gubernur Luthfi juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika menemui gejala klinis.

"Jika ada anak dengan ruam merah dan demam, segera periksa ke Puskesmas. Saya pesan, lengkapi vaksin anak-anak kita dan terapkan pola hidup sehat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto memberikan klarifikasi terkait status KLB yang disematkan pada Klaten.

Ia menekankan bahwa status tersebut merupakan KLB Bidang Kesehatan. Bukan KLB kewilayahan yang memerlukan surat keputusan (SK) Bupati.

Baca Juga: Dua Pekan Dibiarkan, Jalan Jembatan Joko Tingkir Akhirnya Ditambal, Siapkan Anggaran Rp 100 Juta

"Kriteria KLB kesehatan untuk tingkat kecamatan adalah adanya temuan minimal dua kasus di satu wilayah. Di Klaten, ditemukan kasus di Prambanan (2 kasus), Wonosari (1 kasus), Delanggu (1 kasus), serta tambahan di Pedan dan Jatinom (masing-masing 1 kasus). Total ada 6 kasus," urai Anggit.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkes Klaten menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal dengan sasaran anak usia 9-59 bulan.

"Total sasaran di Klaten mencapai 53.204 anak berdasarkan data Pusdatin. Hingga kemarin, sudah tervalidasi 47.880 sasaran atau sekira 90 persen,” ujarnya.

Selain itu, dinkes juga sedang melakukan sweeping untuk mencari sisa sasaran yang belum tervaksin. Hal itu dilakukan agar mencapai target provinsi sebesar 95 persen.

Anggit menambahkan bahwa seluruh pasien yang ditemukan sebelumnya saat ini dalam kondisi sehat dan sudah sembuh.

Baca Juga: Hasil Banding Persis Solo: Larangan Tanding Dikurangi Jadi 2 Laga, Denda Malah Naik Tiga Kali Lipat

Ia juga mengapresiasi masyarakat Klaten yang kooperatif dan tidak melakukan penolakan terhadap pemberian vaksin.

"Kendala lapangan praktis tidak ada. Kami hanya tinggal mencocokkan data riil di lapangan dengan data pusat. Begitu kegiatan ORI ini selesai, maka penanganan kasus dianggap selesai," ujarnya.

Kesadaran masyarakat Klaten terhadap pentingnya vaksinasi juga terlihat di Puskesmas Klaten Tengah. Salah satu orang tua yang mengantarkan anaknya untuk imunisasi campak, Ayu, 31, asal Gumulan, Klaten Tengah mengaku sempat merasa khawatir saat mendengar kabar meningkatnya kasus campak di Klaten.

"Khawatir pasti ada, apalagi kabarnya Klaten termasuk yang banyak temuannya. Tapi alhamdulillah, karena anak saya rutin ikut vaksin sejak usia 9 bulan, rasa khawatir itu sedikit berkurang," ungkap Ayu.

Baca Juga: SBY Mampir ke Solo: Klaim Liburan dan Nonton Voli, Tanpa Agenda Politik

Ia berharap melalui program ORI dan imunisasi tersebut, seluruh orang tua di Klaten tetap semangat dalam menjaga kesehatan anak-anak dari campak.

"Semoga masyarakat tetap semangat untuk vaksin agar anak-anak kita bisa tumbuh secara optimal," ujarnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#imunisasi campak #campak #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi