Suasana di sekitar dermaga Rowo Jombor sebagai titik awal untuk mengelilingi waduk seluas 180 hektare. (Angga Purenda/Radar Solo)RADARSOLO.COM - Destinasi wisata Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten berhasil menyodok ke posisi kedua sebagai objek wisata dengan kunjungan terbanyak selama libur Lebaran.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten selama periode 13-28 Maret 2026, tercatat sebanyak 53.600 wisatawan memadati kawasan Rowo Jombor.
Angka tersebut mendempatkan waduk seluas 180 hektare tersebut di bawah Kompleks Candi Prambanan yang meraih 130.640 wisatawan.
Bahkan mampu menggeser dominasi objek wisata umbul yang selama ini menjadi primadona di Kota Bersinar.
Capaiannya melampaui destinasi populer seperti Umbul Pelem sebanyak 35.650 wisatawan, Umbul Kemanten 30.328 wisatawan, dan Objek Wisata Mata Air Cokro terdapat 24.827 wisatawan.
Peningkatan tajam ini tidak lepas dari penataan kawasan dan inovasi yang dilakukan pemerintah hingga para pelaku wisata.
Menanggapi lonjakan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan rasa syukurnya atas hasil kolaborasi seluruh stakeholder yang mulai terlihat.
Meski kawasan Rowo Jombor kini masuk destinasi wisata favorit di Jawa Tengah (Jateng), ia mengakui masih banyak aspek yang perlu dioptimalkan.
Salah satu fokus utama ke depan adalah penyediaan fasilitas parkir yang selama ini juga disuarakan para pelaku wisata setempat.
Baca Juga: Sempat Mangkrak 5 Tahun, Pasar Rakyat Nogosari Akhirnya Dibuka Tanpa Menutup Pasar Lama
Pemkab Klaten berencana mengembangkan calon lokasi sport center di kawasan Rowo Jombor untuk mendukung mobilitas pengunjung.
“Akan segera kita aspal. Fungsinya nanti bisa ganda, satu untuk penyelenggaraan event-event, kedua untuk kantong parkir utama. Nanti wisatawan di-drop ke Taman Nyi Ageng Rakit atau tempat makan, lalu bus atau kendaraannya parkir di sana (penyediaan fasilitas parkir)," jelas Bupati Hamenang Wajar Ismoyo saat memberikan keterangan di Kantor Bupati Klaten, Senin (6/4/2026).
Selain menyiapkan lahan kantong parkir, ia menekankan pentingnya meningkatkan aksesibilitas dan atraksi di Rowo Jombor. Mengingat juga terdapat destinasi wisata lainnya seperti Bukit Sidoguro masih dalam kawasan.
Terkait keberadaan keramba budidaya ikan yang sempat dianggap mengganggu estetika, Bupati Hamenang menyebut penataan secara perlahan terus dilakukan. Harapannya pengembangan pariwisata dan ekonomi warga lokal bisa berjalan beriringan.
“Harapannya nanti dalam beberapa tahun ke depan bisa menjadi top destinasi. Nantinya aka nada daya tarik baru di kawasan Rowo Jombor. Tunggu saja setelah ini,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Perahu Tradisional Rowo Jombor Sutomo mengungkapkan, selama libur Lebaran, wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan dari luar Jawa, sehingga menurutnya waduk di Desa Krakitan itu sudah menjadi destinasi wisata nasional.
“Kebanyakan wisatawan saat berkunjung ke Rowo Jombor menggunakan transportasi seperti bus maupun Elf. Untuk fasilitas yang belum terlengkapi memang lahan parkir. Apalagi untuk lokasi parkirnya saat ini memang terbatas,” ujar Sutomo.
Lebih lanjut, dirinya juga sudah mendengar terkait rencana untuk penyediaan lahan sebagai kantong parkir bagi wisatawan Rowo Jombor. Dirinya pun berharap hal tersebut bisa segera terwujud sehingga membuat wisatawan lebih nyaman dan mudah dalam mencari lokasi parkir. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono