RADARSOLO.COM - Harapan masyarakat Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten untuk kembali memiliki akses jalan yang layak segera terwujud.
Polres Klaten secara resmi memulai pembangunan jembatan tersebut yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Selasa (6/4/2026).
Pembangunan tersebut merupakan respons cepat atas musibah ambrolnya jembatan penghubung utama di desa tersebut pada 1 Maret 2026.
Insiden akibat bencana alam itu sempat memutus total akses mobilitas warga serta merusak jaringan pipa Pamsimas yang menjadi tumpuan air bersih ratusan kepala keluarga.
Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan bahwa proyek tersebut bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi.
Baca Juga: Rowo Jombor Geser Dominasi Wisata Umbul, Pemkab Klaten Bakal Siapkan Lahan Parkir Multifungsi
Sebagai bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Kami targetkan dalam satu hingga dua bulan ke depan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat,” ujar Faruk.
Menariknya, jembatan baru tersebut tidak sekadar dibangun ulang, tetapi juga ditingkatkan spesifikasinya.
Desain jembatan dibuat lebih fungsional dengan lebar sekira 3,5 meter sehingga mampu dilalui kendaraan roda empat.
Selain itu, layout jembatan menyesuaikan kondisi di lapangan untuk memudahkan manuver kendaraan yang melintas.
Keberadaan jembatan itu menjadi urat nadi yang menghubungkan Dusun Bale Rejo dan Geneng.
Pembangunan di Desa Gumul ini bukan kali pertama dilakukan oleh Polres Klaten.
Hingga saat ini, Polres Klaten tercatat telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi di lima titik jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Klaten.
Camat Karangnongko Erni Kusumawati memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Klaten atas inisiatif pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, dengan adanya jembatan itu akan memangkas waktu tempuh warga secara signifikan.
“Tentunya bisa mempercepat akses antarwilayah di Kecamatan Karangnongko. Termasuk mempermudah siswa menuju sekolah tanpa harus memutar jauh. Apalagi kalau di bidang ekonomi, waktu 10 menit itu sangat berarti,” ucapnya.
Ia berharap, pembangunan infrastruktur jembatan tersebut dapat terus mendorong roda perekonomian dan memastikan aksesibilitas masyarakat tetap terjaga. Terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak bencana alam.
“Kami berharap pemerintah desa dan masyarakat turut menjaga jembatan ini agar manfaatnya maksimal dan berkelanjutan,” tambah Erni.(ren)
Editor : Nur Pramudito