RADARSOLO.COM - Ketua Juri Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Tingkat Kabupaten Kategori SMP/MTs Wahyu Haryadi menekankan pentingnya follow-up atau tindak lanjut dari pemerintah daerah atas berbagai temuan dari peserta.
Baik para pelajar SMP, SMA maupun masyarakat umum.
Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak perlu selalu melakukan riset mandiri yang memakan biaya besar jika hasil temuan siswa ini bisa dikembangkan lebih lanjut.
Ia mencontohkan inovasi di bidang pertanian seperti alat penyiraman otomatis atau aplikasi digital seperti Dolan Klaten yang bisa membantu sektor pariwisata.
Baca Juga: Pulihkan Akses Warga, Jembatan Gumul Klaten Mulai Dibangun, Ditarget Rampung 2 Bulan
“Hasil penelitian ini mestinya ditangkap oleh OPD. Misalnya bidang pertanian ada alat penyiraman, ayo didampingi. Atau aplikasi wisata, tidak usah buat baru, tinggal kembangkan hasil anak-anak ini. Ini jauh lebih murah dan efektif daripada harus mengkaji dari nol,” ujar Wahyu kepada radarsolo.com, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, berbagai potensi temuan dan inovasi dari para peserta Lomba Krenova itu diharapkan bisa dikomunikasikan Bapperida kepada OPD terkait.
Harapannya, OPD bersama peserta bisa bersama-sama mengembangkan hasil temuan dan inovasi tersebut
Wahyu mengharapkan Lomba Krenova tidak sekadar menjadi kompetisi rutin.
Namun mampu menghasilkan produk inovasi yang dapat diadopsi oleh OPD di lingkungan Pemkab Klaten.
“Tercatat sebanyak 94 proposal masuk yang terbagi dalam dua kelompok seleksi. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 50 peserta terbaik yang berhak mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, inovasi yang dihadirkan dalam perlombaan itu cukup variative. mulai dari teknologi pangan, kesehatan, hingga pendidikan.
Meski masih ada beberapa karya yang bersifat stagnan atau sebatas prototipe, juri juga menemukan banyak temuan yang sudah bisa diimplementasikan secara lokal di lingkungan sekolah.
“Ada sisi kemajuan yang cukup menantang. Kita dorong mereka untuk memiliki keunggulan spesifik dibandingkan produk sejenis di pasaran. Kami ingin inovasi ini terus berlanjut ke tahap penelitian lanjutan,” ujar Wahyu Haryadi saat ditemui di sela-sela penjurian.
Beberapa temuan menarik yang muncul di antaranya adalah pemanfaatan bahan pangan lokal seperti talok (kersen), pisang, singkong, hingga ciplukan.
Bahkan, terdapat inovasi pembungkus makanan dari tepung uwi yang ramah lingkungan karena dapat ikut dikonsumsi sekaligus mengurangi limbah plastik.
“Ada beberapa peserta yang gugup saat memaparkan ide. Tapi secara keseluruhan mentalitas dan keberanian siswa SMP di Klaten sudah mulai menunjukkan taringnya. Saya berharap ke depan para siswa mulai berani menyelipkan bahasa asing dalam presentasi untuk menambah nilai jual karya mereka,” ujarnya
Rencananya, pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 14 April 2026, bertempat di Pendapa Kabupaten Klaten. Para pemenang terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk melaju ke kompetisi serupa di tingkat Solo Raya.(ren)
Editor : Nur Pramudito