RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Kabupaten Klaten tahun 2026.
Acara sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut digelar di Pendapa Pemkab Klaten pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan itu bertujuan untuk menjaring inovasi dari para pelajar setingkat SMA/SMK guna menciptakan budaya tertib berlalu lintas di era digital.
Kepala Dishub Klaten Supriyono dalam laporannya menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital.
Lomba ini diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas X dan XI di seluruh Kabupaten Klaten.
Baca Juga: Rowo Jombor Geser Dominasi Wisata Umbul, Pemkab Klaten Bakal Siapkan Lahan Parkir Multifungsi
"Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan ini merupakan kegiatan rutin berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Masing-masing sekolah nantinya dapat mengirimkan satu perwakilan terbaiknya," jelas Supriyono.
Supriyono menambahkan, pendaftaran dan seleksi administrasi akan dibuka hingga 11 Juni 2026.
Dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba tingkat kabupaten pada 17-18 Juni 2026.
Juara pertama akan mewakili Klaten di tingkat provinsi pada Juli mendatang. Diharapkan bisa menembus tingkat nasional pada September 2026.
Untuk memotivasi peserta, Pemkab Klaten menyediakan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang.
Ia berharap melalui lomba yang akan diselenggarakan itu mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas yang mayoritas pelakunya adalah generasi muda.
"Kami ingin membangun kesadaran generasi muda untuk berperilaku tertib atas dasar kesadaran pribadi. Semoga para peserta dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan di sekolahnya agar budaya tertib lalu lintas selalu ditanamkan dalam diri masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang hadir sekaligus membuka acara tersebut, memberikan catatan serius mengenai kondisi keselamatan jalan raya bagi anak muda di Klaten.
Ia mengungkapkan data mencengangkan terkait angka fatalitas kecelakaan di kalangan pelajar.
"Tahun 2024, angka kecelakaan yang mengakibatkan anak muda usia sekolah meninggal dunia mencapai 90-an orang. Di tahun 2025 turun menjadi 60-an orang. Namun, di tahun 2026 ini, baru sampai bulan Maret saja sudah ada 18 yang meninggal. Ini adalah warning yang luar biasa," tegas Hamenang.
Bupati menyoroti realitas di lapangan di mana anak-anak usia SD dan SMP sudah mulai mengendarai motor meski secara aturan kepolisian hal tersebut dilarang.
Ia berharap para Pelajar Pelopor Keselamatan tersebut tidak sekadar mengejar juara lomba, tetapi menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
"Harapan kita bersama, kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang lomba-lombaan saja, tapi benar-benar bisa menjadi solusi bagi adik-adik untuk menyebarluaskan informasi pentingnya keselamatan lalu lintas," tambah Hamenang.(ren)
Editor : Nur Pramudito