RADARSOLO.COM - Popularitas wisata air atau umbul di Kabupaten Klaten terus menunjukkan tren positif. Terutama selama momentum libur lebaran 2026.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten mencatat kunjungan fantastis di tiga wisata umbul unggulan pada periode 13-28 Maret 2026.
Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung memimpin dengan kunjungan 35.650 wisatawan.
Disusul Umbul Kemanten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo sebanyak 30.328 orang. Lalu Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung yang menyedot 24.827 pengunjung.
Atas raihan itu, disbudporapar terus mendorong pelaku dan pengelola untuk melakukan pengembangan destinasi wisata umbul.
Baca Juga: Rowo Jombor Geser Dominasi Wisata Umbul, Pemkab Klaten Bakal Siapkan Lahan Parkir Multifungsi
Ke depan, diharapkan potensi umbul tidak hanya difokuskan untuk aktivitas berenang saja.
“Kami sudah berdiskusi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten ke depan ada pengembangan. Jika selama ini umbul hanya untuk bermain dan berenang, tapi kedepan akan ada penambahan semacam terapi-terapi untuk kesehatan,” ujar Plt Kepala Disbudporapar Klaten Purwanto kepada radarsolo.com beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Purwanto mengungkapkan, jika konsep tersebut sudah dikembangkan di Umbul Brintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum.
Selama ini dikenal sebagai destinasi terapi kesehatan bagi pengunjung yang memiliki keluhan saraf terjepit hingga stroke.
“Untuk ke depannya akan masif untuk kita gerakan (pengembangan terapi kesehatan di wisata umbul),” tambahnya.
Di sisi lain, langkah tersebut juga didukung dengan menggeser paradigma dari pariwisata massal (mass tourism) menuju wisata berkualitas (quality tourism).
Menurut Purwanto, fokus utama tidak hanya sekadar mendatangkan orang dalam jumlah sebanyak-banyaknya.
Melainkan bagaimana meningkatkan nilai tambah dan kualitas pelayanan sehingga wisatawan bersedia membelanjakan lebih banyak uang di Klaten.
"Kita tidak lagi hanya mengandalkan mass tourism yang mengundang banyak orang, tapi kita bergerak ke arah kualitas. Wisatawan mungkin datang tidak dalam jumlah yang banyak, tapi kualitas layanan kita perbaiki sehingga spending (pengeluaran) mereka di sini juga meningkat," tambahnya.
Rencana pengembangan tersebut juga mencakup peningkatan fasilitas penunjang yang lebih tertata.
Melalui transformasi tersebut diharapkan mampu menjaga ekosistem umbul sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat.
Penambahan pengembangan terapi kesehatan pada wisata umbul diharapkan mampu menarik segmentasi wisatawan baru ke Klaten.
Seperti kelompok lansia atau mereka yang mencari ketenangan dan pemulihan kesehatan (wellness tourism).(ren)
Editor : Nur Pramudito