Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat memberikan arahan dalam acara Forum CSR di Gedung Paripurna DPRD Klaten beberapa waktu lalu. (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)RADARSOLO.COM - Pemkab Klaten mengambil peran di sektor pendidikan dengan menggulirkan program beasiswa perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu pada tahun ini.
Hal itu juga ditegaskan dalam acara Forum CSR di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari evaluasi 10 program prioritas daerah yang kini lebih difokuskan pada sektor dasar.
Salah satunya pendidikan yang diharapkan bisa dikolaborasikan dengan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Klaten ke depannya.
Sebagai langkah awal, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai pilot project pada tahun ini.
Bupati Hamenang menegaskan, beasiswa ini tidak diberikan begitu saja. Selain memang berasal dari keluarga tidak mampu, calon penerima harus memiliki rekam jejak prestasi yang baik dan lolos tahapan seleksi.
"Sasarannya tentu keluarga yang tidak mampu dan prestasinya bagus. Tapi nanti akan ada tesnya, tidak serta-merta langsung dibiayai. Kami ingin memastikan mereka benar-benar yang terbaik dan layak," ujar Hamenang ke awak media beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan sistem bantuan sekali putus, program beasiswa tersebut rencananya akan dievaluasi secara berkala, baik setiap semester atau setiap tahun.
Hal ini dilakukan agar para mahasiswa tetap termotivasi mempertahankan kualitas akademiknya.
Baca Juga: Tinjau Tanggul Jebol Penyebab Banjir Cawas, Bupati Hamenang Upayakan Percepatan Penanganan
"Jangan sampai setelah diberi beasiswa nilainya malah jelek. Harus ada evaluasi agar program ini tepat sasaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten," tambahnya.
Guna memperluas daya jangkau beasiswa, Pemkab Klaten mendorong peran aktif perusahaan melalui Forum CSR. Hamenang berharap perusahaan tidak hanya sekadar melaporkan kegiatan sosialnya. Tetapi bisa bersinergi dengan program prioritas pemerintah daerah.
"Kami dorong kolaborasi dengan Forum CSR sehingga perusahaan yang aktif di dunia pendidikan bisa saling bersinergi. Kami belum tahu nanti dari CSR bisa support berapa, tapi semakin banyak yang membantu, semakin banyak anak Klaten yang mimpinya untuk kuliah bisa terwujud," jelasnya.
Selain itu, Pemkab juga telah berkomunikasi dengan beberapa perguruan tinggi. Sejumlah kampus menyatakan kesiapannya memberikan potongan biaya (diskon) karena menilai program tersebut sangat positif bagi pengembangan SDM daerah.
Baca Juga: Sapa Warga Terdampak Angin Kencang di Karanganom dan Tulung, Bupati Klaten Hamenang Serahkan Bantuan
Untuk memastikan program berjalan transparan dan akuntabel, Bupati telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan studi banding ke daerah lain yang sudah lebih dulu sukses menjalankan program serupa.
"Dalam beberapa bulan ke depan, Pak Sekda akan melakukan studi banding agar kita memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik. Jika evaluasi tahun ini bagus, tahun depan program ini akan kami buat lebih masif lagi," ujar Hamenang.
Selain di bidang pendidikan, dalam forum tersebut Bupati juga menekankan target pencapaian Universal Health Coverage (UHC) hingga 100 persen bagi warga Klaten. Termasuk penciptaan iklim investasi yang nyaman bagi para pengusaha di Kabupaten Klaten. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono