RADARSOLO.COM - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten sejak Selasa (14/4/2026) sore mengakibatkan Kali Buntung meluap pada Rabu (15/4/2026).
Luapan sungai yang membelah perbatasan Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari dan Desa Carikan, Kecamatan Juwiring tersebut merendam puluhan rumah warga dan memutus akses jalan utama.
Ketua RW 06 Desa Kingkang Darcito mengungkapkan, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00. Intensitas hujan sempat mereda namun kembali meningkat tajam pada pukul 20.00-22.00.
”Air mulai meluap ke jalan itu sekira Pukul 03.00. Tapi kalau di pemukiman, sejak Pukul 00.00, air sudah mulai naik ke halaman," ujar Darcito saat ditemui di lokasi banjir.
Baca Juga: Pemkab Klaten Alokasikan Rp25 Miliar untuk Bangun 4 Jembatan Strategis, Cek Lokasinya
Lebih lanjut, Darcito menjelaskan di wilayah RW 06 Desa Kingkang saja, sedikitnya delapan rumah warga terendam luapan air.
Selain rumah tinggal, tiga unit warung yang berada di tepian jalan utama juga tidak luput dari rendaman banjir.
Senada dengan Darcito, Rina, 43, warga Desa Kingkang, menyebutkan bahwa air mulai masuk ke dalam rumahnya sekira pukul 01.00.
Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa.
Dampak paling signifikan terlihat pada jalur alternatif pada perbatasan kedua desa tersebut yang menghubungkan wilayah Delanggu menuju Sukoharjo maupun sebaliknya.
Akses jalan tersebut dilaporkan mati total dan tidak dapat dilintasi kendaraan pada Rabu (15/4/2026) pukul 01.00 - 06.00.
"Jalan mati total, lumpuh. Baru mulai surut sekira Pukul 07.00 tadi," ungkap Rina.
Akibatnya, banyak kendaraan yang terpaksa memutar arah atau menunggu hingga air benar-benar surut untuk bisa melintas.
Meski demikian, warga di perbatasan Kingkang-Carikan tampak lebih siap menghadapi bencana ini. Karena wilayah tersebut merupakan daerah.
Baca Juga: Bursa Ketua DPC PKB Sragen Menghangat, Gus Budi: Biarkan Mengalir ke Pusat
Warga telah mengantisipasi dengan memindahkan perabotan ke tempat yang lebih tinggi sebelum air masuk ke dalam rumah. Terlebih lagi daerahnya memang menjadi langganan banjir.
Warga menilai musibah banjir ini disebabkan oleh kondisi Kali Buntung yang sudah sangat dangkal dan mengalami penyempitan. Pengerukan dan pelebaran sungai dianggap sebagai solusi permanen yang mendesak untuk dilakukan oleh pemerintah daerah.
"Solusinya ya normalisasi sungai itu. Kalau tidak dikeruk lagi, ya jadi dangkal terus. Kami berharap segera ada tindakan agar setiap hujan deras kami tidak was-was lagi," ujar Rina. (ren/adi)
Editor : Adi Pras