RADARSOLO.COM - Sinergisitas pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Klaten terus diperkuat dengan kehadiran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Sedulur Ambulans Klaten (SAK).
Ditandai dengan pengukuhan pengurus SAK di Pendapa Pemkab Klaten oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Minggu (19/4/2026)
Sebanyak 185 unit ambulans relawan non-pemerintah yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan agama kini melebur dalam satu wadah koordinasi.
Kehadirannya tersebut diharapkan dapat mengeliminasi hambatan komunikasi teknis di lapangan yang selama ini kerap terjadi antara relawan, puskesmas dan instansi terkait.
Baca Juga: Sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Klaten Kampanye Sadar Bencana Bareng Disabilitas di CFD
Ketua Sedulur Ambulans Klaten Husni Thamrin menjelaskan, paguyuban ini menaungi ambulans dari berbagai komunitas besar seperti Muhammadiyah, NU, MTA dan LDII.
Termasuk dari kelompok keagamaan Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha, serta relawan dari SARDA dan PMI.
"Kami rintis wadah ini agar lebih komunikatif dengan pihak seperti Dinkes, BPBD, dan Dinas Sosial. Selama ini ada kendala teknis di lapangan, maka dengan adanya SAK ini kita jembatani agar lebih harmonis," kata Husni.
Kedepan, SAK akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes).
Termasuk pengaturan koordinasi wilayah agar respons terhadap kejadian darurat dapat dilakukan oleh unit terdekat. Tanpa melihat bendera organisasi, sehingga nyawa pasien dapat segera tertolong.
"Tarif minimal kami adalah Rp 0 alias gratis. Kami melayani sepenuh hati, meskipun kami juga terbuka menerima infak dari masyarakat yang memang siap berinfak," jelas Husni.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam arahannya menegaskan bahwa SAK merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
Mengingat luasnya wilayah Klaten yang mencakup 26 kecamatan dan 401 desa dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 juta jiwa.
Ditambah keterbatasan armada dinas kesehatan yang tidak mungkin menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat secara cepat.
"Kehadiran Sedulur Ambulans Klaten adalah jawaban atas kebutuhan response time yang cepat. Dari rumah menuju fasilitas kesehatan atau dari lokasi kecelakaan ke rumah sakit. Kami sangat mengapresiasi dedikasi kawan-kawan semua," ujar Hamenang.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Minta HIPMI Jateng Proaktif "Jemput Bola"
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung SAK . Ia telah berkoordinasi dengan dinkes untuk memberikan pelatihan teknis secara berkala bagi para relawan.
"Tujuannya agar ada standarisasi. Jangan sampai niat menolong malah justru memperparah kondisi pasien karena salah penanganan teknis, misalnya pada kasus patah tulang," tambah Hamenang.
Dirinya juga berpesan kepada relawan ketika sudah masuk dalam SAK untuk meninggalkan baju organisasi, agama maupun partai.
“Kita melebur untuk melayani siapapun. Dengan begitu, tidak ada lagi warga yang tertolak saat membutuhkan bantuan transportasi kesehatan," tegasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono