RADARSOLO.COM - Semangat Kartini masa kini terpancar nyata di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Senin (20/4/2026).
Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Pemkab Klaten menggelar lomba fashion show unik bertemakan pemanfaatan limbah kain perca lurik yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai organisasi wanita.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gayatriwara, Bhayangkari dan Persit Kartika Chandra Kirana.
Begitu juga Adhyaksa Dharmakarini, GOW serta perwakilan dari 48 desa binaan di Kabupaten Klaten.
Sebanyak 60 peserta tampil memukau di atas panggung, memamerkan busana hasil kreasi yang memadukan sisa-sisa potongan kain (perca) dengan motif lurik khas Klaten.
Kain yang biasanya dianggap limbah tak terpakai, disulap menjadi pakaian elegan yang bernilai seni tinggi dan layak pakai untuk keseharian.
Ketua TP PKK Kabupaten Klaten sekaligus Dewan Juri Fahrani Hamenang mengaku sangat terkesan dengan hasil karya para peserta.
Ia menilai kualitas busana yang ditampilkan sudah melampaui standar lokal.
"Ini luar biasa, baju-bajunya bagus. Ini kelasnya bukan lagi kabupaten, tetapi sudah seperti tingkat nasional. Terima kasih atas partisipasi seluruh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan desa binaan yang telah berkontribusi," ungkap Fahrani.
Baca Juga: Waspadai Hidden Black Spot, Dishub Boyolali Perketat Dokumen Andalalin bagi Industri dan Toko
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3APPKB) Klaten Puspo Enggar Hastuti menjelaskan, esensi lomba ini bukan sekadar ajang kecantikan.
Melainkan upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan (sustainable fashion).
"Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran pentingnya mengolah limbah kain perca agar bernilai guna. mendorong inovasi busana ramah lingkungan, serta meningkatkan rasa percaya diri dan cinta terhadap kreativitas lokal," jelas Puspo.
Lebih lanjut, Puspo menjelaskan, kegiatan fashion show itu merupakan bagian dari rangkaian panjang peringatan Hari Kartini di Klaten.
Sebelumnya, pada 17 April 2026 telah dilaksanakan senam bersama. Setelah lomba fashion show hari ini, puncak acara akan diperingati dengan Upacara Peringatan Hari Kartini di halaman Pendapa Pemkab Klaten.
“Ada juga pelatihan peningkatan kapasitas (public speaking) bagi seluruh anggota organisasi wanita di Klaten,” tambahnya.
Ketua Fashion Designer Klaten (Fadeska) Astrid Ediati yang turut hadir mengapresiasi langkah Pemkab Klaten.
Menurutnya, konsep ini sangat sejalan dengan tren global mengenai keberlanjutan bumi.
"Kreativitas ibu-ibu sangat tinggi. Ada yang tidak hanya menyambung perca, tapi ditambah unsur handmade dan seni yang unik. Apalagi Klaten adalah sentra lurik, sisa-sisa kain dari konveksi atau perajin jangan sampai dibuang demi menjaga bumi," tutur Astrid.
Astrid juga menyoroti keterlibatan generasi muda. Terlebih lagi menjahit sendiri busananya untuk fashion show kali ini.
“Ini bukti bahwa generasi muda sekarang sudah peduli dengan wastra lokal. Lurik kini sangat disukai anak muda karena inovasi motif dan bahannya yang semakin halus," tambahnya. (ren)
Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut adalah para pemenang lomba:
- Juara I: Vida Salsabila (No. Peserta 49)
- Juara II: Fasikah (No. Peserta 18)
- Juara III: Dessy Aprillianti (No. Peserta 12)
- Harapan 1: Ny. Eka W. Sigid (No. Peserta 52)
- Harapan 2: Eny (No. Peserta 39)
- Harapan 3: Salsabilla Arilla (No. Peserta 37)
Editor : Tri Wahyu Cahyono