RADARSOLO.COM - Fahrani Eka Wahyu Diana telah mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten. Saat bersamaan juga menjadi Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD.
Melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, Fahrani berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Melalui inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia.
Dalam menjalankan tugasnya, Fahrani rutin terjun langsung ke lapangan untuk belanja masalah. Diskusi intensif dengan kepala daerah dan dinas terkait.
Baca Juga: Pesan Fahrani Eka Hamenang di Hari Kartini: Perempuan Harus Berani Speak Up
Hal itu dilakukan guna memastikan setiap program PKK, Bunda PAUD, maupun Dekranasda mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Fahrani menegaskan, 10 Program Pokok PKK bukan sekadar semboyan, tetapi sebagai mitra pemerintah. PKK Klaten diharapkan hadir untuk mengisi celah yang mungkin tidak terjangkau secara teknis oleh dinas. Apalagi memiliki kekuatan kader hingga tingkat Dasawisma.
"Kami memastikan kesehatan masyarakat sejak masa calon pengantin (Catin). Kami perhatikan gizinya agar tidak anemia, sehingga saat mengandung nanti bayinya sehat dan bebas stunting," jelas Fahrani saat diwawancarai Jawa Pos Radar Solo di Rumah Dinas Bupati Klaten, Jumat (17/4).
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, "Perempuan Tangguh Itu Berani Melangkah"
Lebih lanjut, fokus PKK tidak hanya berhenti pada hal tersebut. Di masa remaja, Fahrani menekankan pentingnya perlindungan anak dari bahaya narkoba dan fenomena klitih. Sementara untuk lansia, PKK aktif menggelar kegiatan positif seperti senam dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Klaten, Fahrani juga mendorong penerapan PAUD holistik integratif. Inovasi tersebut mengintegrasikan pendidikan dengan layanan kesehatan dan gizi. Satuan PAUD diarahkan bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memantau tumbuh kembang anak secara preventif.
Salah satu inovasi unggulannya adalah penguatan kelas parenting. Fahrani menyadari bahwa pendidikan di sekolah hanya berlangsung singkat, sementara sisa waktu anak dihabiskan bersama orang tua atau pengasuh.
"Penting sekali menyelaraskan pola asuh antara sekolah dan rumah. Melalui kelas parenting, kita memberikan bekal bagi orang tua agar rules yang diterapkan di sekolah tetap berlanjut di rumah," tutur istri dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tersebut.
Meski berlatar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi, Fahrani mampu mengadaptasi ilmunya untuk isu sosial. Lewat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dia menggandeng dinas terkait. Seperti Baznas Klaten hingga provinsi untuk memberikan pelatihan keterampilan seperti memasak, laundry, hingga catering bagi para kader.
Di sisi lain, dia juga menggencarkan program ketahanan pangan mandiri. Fahrani mengajak masyarakat untuk mulai menanam kebutuhan pangan di lahan rumah sendiri.
"Contoh sederhana, ketika harga cabai naik, kalau kita sudah menanam sendiri di rumah, hati jadi tenang (ayem). Ini adalah bagian dari ketahanan pangan rumah tangga yang terus kami dorong," tambah Fahrani.
Ke depan, ketahanan pangan menjadi hal yang terus diperkuat, dengan mengajak seluruh kadernya melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Terlebih di tengah kondisi saat ini yang tidak menentu.
Termasuk pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan organik dan anorganik. Lalu fokus pada penurunan angka stunting di Klaten. Terutama untuk memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan untuk dipastikan nutrisinya melalui Posyandu.
“Kami perhatikan dan pantau gizinya. Ini agar mereka melahirkan anak-anak yang sehat dan bebas stunting,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang humanis dan adaptif, Fahrani berharap keberadaan organisasi yang dipimpinnya bisa memberikan manfaat bagi seluruh warga Klaten. Mulai dari menciptakan keluarga berdaya, anak-anak berakhlak, dan ekonomi yang kuat. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy