
RADARSOLO.COM - Sebagai istri dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Fahrani Eka Wahyu Diana merupakan motor penggerak berbagai program strategis di Kota Bersinar. Perempuan kelahiran 30 Maret 1992 ini mampu beradaptasi dengan amanah jabatan yang diterimanya. Bahkan bisa mengintegrasikan latar belakang akademiknya dengan aksi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
Lulusan S1 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan peraih gelar Profesi Akuntan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat harus menjalankan tugas-tugasnya.
Seperti diketahui Fahrani memegang berbagai jabatan sekaligus. Mulai dari ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten, ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Klaten, ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klaten dan Bunda PAUD Kabupaten Klaten.
Pengalamannya mendampingi sang suami sejak masa menjabat di legislatif sebagai anggota dewan hingga Ketua DPRD Kabupaten Klaten telah menempanya menjadi sosok yang terbiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Dulu saat Mas Hamenang masih di legislatif, tugas kami mendengarkan keluhan rakyat untuk diteruskan ke eksekutif. Kini, ketika beliau menjabat sebagai bupati, peran kami adalah mendengar untuk memecahkan masalah tersebut di lingkungan pemerintahan. Jadi, tidak butuh banyak adaptasi," tutur Fahrani.
Baca Juga: Teladani RA Kartini, Siswa ABK SLB YPAC Solo Unjuk Bakat Lewat Bakmi Pedas
Fahrani melihat, tugas yang diembannya semua itu sebagai satu kesatuan yang terikat dalam 10 Program Pokok PKK. Baginya, PKK adalah payung besar yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.
"Semua jabatan seperti Bunda PAUD hingga Ketua Dekranasda itu masuk dalam program pokok PKK. Jadi, jika 10 program pokok tersebut dilaksanakan dengan baik, otomatis peran lainnya akan berjalan beriringan," jelas ibu yang memiliki dua putra ini.
Selama terjun ke lapangan, Fahrani kerap menjadi penyambung lidah masyarakat. Dia tidak segan menindaklanjuti langsung aduan warga. Mulai dari masalah bantuan sosial (Bansos), BPJS yang tidak aktif hingga anak putus sekolah. untuk diteruskan kepada dinas-dinas terkait agar segera dicarikan solusi.
Meski begitu, di tengah padatnya agenda pemerintahan, Fahrani tetap memprioritaskan perannya sebagai ibu bagi kedua buah hatinya yang masih berusia 7 dan 6 tahun. Dia menerapkan manajemen waktu yang disiplin agar tugas negara dan tugas rumah tangga tetap seimbang.
"Kami tidak bisa membagi waktu 24 jam secara matematis, tapi kami fokuskan. Jika hari kerja kami habiskan untuk kegiatan di luar, maka weekend (akhir pekan) adalah waktu penuh untuk anak-anak. Di usia mereka yang masih kecil, pendampingan dan kasih sayang adalah yang utama," ujarnya.
Sementara itu, komitmen Fahrani dalam menjalankan sebagai Ketua TP PKK hingga Bunda PAUD telah membuahkan hasil gemilang. Pada tahun 2025, dia memborong sederet penghargaan bergengsi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, KPU Wonogiri Hadirkan Tiga Tokoh Perempuan untuk Perkuat Demokrasi
Beberapa di antaranya meliputi Penghargaan Wiyata Dharma Muda dalam Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. Begitu juga Juara 1 Bunda PAUD kategori Peningkatan Akses, Mutu, dan Advokasi tingkat Jawa Tengah. Termasuk menyabet penghargaan Bunda PAUD Peduli tingkat Jawa Tengah.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata inovasi dan kolaborasi yang dia bangun dalam memajukan kualitas pendidikan dan berbagai sektor lainnya pada anak. Terutama dengan Pemkab Klaten. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy