RADARSOLO.COM - Kasus keracunan massal diduga setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) belum usai.
Terbaru, ratusan siswa dan belasan guru di SMP Negeri (SMPN) 1 Tulung, Klaten diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket makan siang (MBG) pada Selasa (28/4/2026).
Hingga Rabu (29/4/2026), dari data sekolah tercatat sebanyak 225 siswa dan 18 guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah hingga diare.
Gejala keracunan tidak langsung dirasakan di sekolah. Melainkan saat guru dan murid pulang.
Tercatat 9 murid menjalani rawan inap di Puskesmas Majegan Tulung dan dua anak di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom.
Salah satu siswa Ardina, 13, siswi kelas VII, mengaku merasakan sakit perut dan pusing sejak Selasa (28/4/2026) sore.
"Setelah makan (menu MBG), sorenya mulai mual dan muntah. Padahal pulang sekolah belum makan apa-apa lagi, cuma makan itu saja. Menunya ada galantin, bakso, sup, telur, tempe, dan anggur," ungkap Ardina ditemui di Puskemas Majegan Tulung, Rabu (29/4/2026)
Ia menduga sumber keracunan berasal dari menu galantin yang dirasanya sudah agak tidak segar.
Kondisi serupa dialami Zahra Anggita Ayu Ningtias, siswi kelas VIII.
Baca Juga: Plafon SDN Ngasinan IV Sukoharjo Ambruk, Siswa Dua Kelas Dipulangkan
Eko Margiati, sang ibu menceritakan, putrinya mulai muntah-muntah setelah pulang dari kegiatan les.
"Sampai rumah muntah-muntah tidak berhenti. Sekitar pukul 19.00 mulai diare semalaman. Tadi pagi habis sarapan masih muntah, akhirnya saya bawa ke Puskesmas untuk opname," jelas Eko.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tulung Kris Hadiana mengonfirmasi, total ada 668 siswa yang menerima paket MBG pada Selasa (29/4/2026).
Namun, berdasarkan data hingga Rabu pukul 10.00 WIB, sebanyak 225 siswa dan 18 guru terdampak gejala keracunan.
Baca Juga: Pedoman Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026: Susunan, Pakaian, dan Waktu Pelaksanaan Resmi
Ada yang menjalani rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom dan Puskesmas Majegan Tulung.
Sedangkan ratusan siswa lainnya menjalani rawat jalan maupun pengobatan secara mandiri di rumah.
"Gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah mual, sakit perut, muntah, hingga diare. Aktivitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) hari ini tetap berjalan, namun sekitar 30% siswa tidak masuk karena masih sakit," ujar Kris. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono