Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tindaklanjuti Dugaan Keracunan Ratusan Murid dan Belasan Guru SMPN 1 Tulung, Dinkes Klaten Uji Lab Tiga Sampel Menu MBG

Angga Purenda • Rabu, 29 April 2026 | 17:24 WIB
Siswi SMPN 1 Tulung mengantre di Puskesmas Majegan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mengalami gejala keracunan diduga karena santap menu MBG, Rabu (29/4/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Siswi SMPN 1 Tulung mengantre di Puskesmas Majegan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mengalami gejala keracunan diduga karena santap menu MBG, Rabu (29/4/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten bergerak cepat menangani dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru pasca-mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tulung.

Tim surveilans telah diterjunkan untuk mengambil sampel makanan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto menyatakan, pihaknya telah mengumpulkan tiga jenis sampel makanan.

Baca Juga: Kunjungi KUD Cepogo, Kepala Bappenas Rachmad Pambudy Dorong Hilirisasi Sapi Perah Boyolali

Ketiga sampel itu diduga menjadi kuat penyebab keracunan berdasarkan analisa lapangan.

"Kami sudah mengambil sampel dan mengumpulkan tiga jenis menu, yaitu telur puyuh, galantin, dan sop timlo. Sampel-sampel ini kami kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) Yogyakarta untuk pengujian mendalam," ujar Anggit, Rabu (29/4/2026).

Hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan keluar dalam waktu 5-7 hari.

Selain mengambil sampel makanan, tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes juga melakukan audit kelayakan sarana di dapur SPPG Sorogaten.

"Kami melihat situasi lapangan dan menyesuaikan dengan persyaratan awal. Jika ada perubahan kondisi fasilitas, seperti AC yang mati atau sarana lain yang berubah, itu menjadi catatan kami," tambahnya.

Berdasarkan data Dinkes, total warga sekolah yang ditangani mencapai 189 orang, termasuk para guru.

Baca Juga: Kebut TMMD, Kodim 0725 Sragen Libatkan Personel Yonkav Ambarawa

Beruntung, meski mengalami mual, muntah, pusing, dan diare, kondisi para korban dilaporkan dalam keadaan stabil.

"Kondisi mereka baik, komunikatif, dan tidak sampai mengalami dehidrasi berat," tegas Anggit.

Sementara itu, Camat Tulung Hendri Pamungkas mengungkapkan, dampak kejadian ini meluas ke beberapa jenjang pendidikan.

Meski SMPN 1 Tulung menjadi yang paling banyak terdampak karena jumlah siswanya yang mencapai hampir 700 orang, laporan gejala juga datang dari tingkat SD dan TK.

"Hingga pukul 09.00 tadi, tercatat ada 9 siswa dirawat inap di Puskesmas Majegan dan 2 siswa di PKU Jatinom. Secara total, ada lebih dari 150 siswa yang mengeluhkan gejala," jelas Hendri.

Baca Juga: Polemik Citywalk Solo Meledak: Komisi III Panggil Pemkot dan Pengelola Parkir, Terungkap Adanya Intervensi Oknum hingga Ormas

Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan, laporan dugaan keracunan mulai masuk ke pihak Kecamatan pada Selasa malam sekitar pukul 19.00.

"Kami langsung koordinasi dengan Polsek, Koramil, dan Puskesmas untuk pendataan hingga pukul 23.00," kata Hendri.

Diketahui, SPPG Sorogaten yang menjadi penyedia MBG bagi 16 sekolah di wilayah Tulung, termasuk di SMPN 1 Tulung.

Menanggapi insiden ini, pihak Kecamatan memastikan instruksi Bupati untuk menghentikan operasional SPPG selama tiga hari ke depan telah dijalankan.

"Mulai besok operasional di-off-kan sementara untuk pembenahan internal, baik terkait penyimpanan barang maupun pengolahan limbah. Distribusi makanan untuk hari ini juga sudah ditarik sesuai arahan Bapak Bupati," ujar Hendri. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sppg sorogaten #smpn 1 tulung #keracunan mbg #Dinkes Klaten