RADARSOLO.COM-Nasib nahas menimpa RDY, 35, ibu rumah tangga di Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Klaten.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke septic tank sedalam 5 meter yang tiba-tiba longsor di area dapurnya, Kamis (30/4/2026) malam.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengonfirmasi kejadian tersebut. Peristiwa itu bermula sekira pukul 18.00 saat seorang warga yang merupakan tetangga korban mendengar suara ketukan misterius dari balik dinding rumah korban.
Baca Juga: Antisipasi Longsor di SMPN 1 Jenawi, BPBD Karanganyar Pasang EWS
"Ada saksi yang merasa penasaran dengan suara ketukan pada dinding tersebut. Karena rumahnya bersebelahan, warga kemudian mencoba mengecek melalui pintu samping rumah korban," ujar AKP Suwoto, Jumat (1/5/2026)
Saat pintu terbuka, warga disambut oleh dua orang anak korban yang menangis meminta tolong. Mereka mengabarkan bahwa sang ibu terjatuh di area dapur.
Mendengar hal itu, warga bergegas menuju dapur dan mendapati kondisi lantai dapur yang sudah berlubang akibat septic tank yang longsor.
"Warga melihat ke dasar lubang dan menemukan korban sudah berada di dasar septic tank. Saat warga mencoba melakukan pengecekan, korban diketahui sudah tidak bernyawa," lanjut AKP Suwoto.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan bahwa septic tank tersebut terletak di dalam rumah.
Tepat di bawah ruangan yang digunakan sebagai dapur. Penutup septic tank berbahan beton cor berukuran 2x2 meter itu ambles.
"Diduga kuat struktur tanah di bawah lantai tersebut lunak, sehingga tidak mampu menahan beban penutup beton. Korban diperkirakan sedang beraktivitas di dapur dan menginjak bagian tersebut tepat saat tanah mengalami kontraksi hingga akhirnya terperosok," beber kasi humas.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Jenazah korban baru berhasil diangkat pada pukul 23.30 oleh tim gabungan dari BPBD, SAR dan Damkar Kabupaten Klaten.
Setelah dievakuasi, korban diperiksa oleh bidan desa setempat dan dipastikan telah meninggal dunia.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan jenazah langsung disucikan untuk proses pemakaman.
Suwoto mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan konstruksi bangunan.
Baca Juga: Pengusaha Coffee Shop Solo Tumpahkan Unek-unek ke Wali Kota, Sebut Sidak DPRD Tidak Objektif
Terutama area sanitasi yang berada di dalam ruangan, guna mengantisipasi kejadian serupa akibat kondisi tanah yang tidak stabil.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sedayu Sri Kuwatno menjelaskan, saat kejadian, suami korban tidak berada di rumah karena sedang bekerja di luar kota. Korban hanya tinggal bersama kedua anaknya.
Ia juga membeberkan pemicu ambrolnya lubang sanitasi tersebut. Selain faktor konstruksi beton cor yang dianggap kurang kokoh karena minim fondasi, kondisi cuaca ekstrem turut menjadi penyebab.
"Wilayah sini diguyur hujan deras sejak jam dua siang sampai waktu magrib saat kejadian. Kebetulan septic tank itu juga digunakan untuk saluran pembuangan air kamar mandi. Diduga tanahnya tergerus aliran air hujan dan rembesan, sehingga tidak kuat menahan beban beton," jelas Sri Kuwatno.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono