Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siap Jadi Pusat Perhatian Dunia: Klaten Tuan Rumah ICHC 2026, Hadirkan Pembicara dari Eropa hingga Amerika

Angga Purenda • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:47 WIB
Rapat koordinasi terkait Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) di Kantor Diskominfo Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Rapat koordinasi terkait Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) di Kantor Diskominfo Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kabupaten Klaten tengah bersiap mencatatkan sejarah baru dalam dunia bersepeda.

Yakni menjadi tuan rumah dari ajang bergengsi 35th International Cyling History Conference (ICHC).

Acara tersebut juga bagian dari rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest).

Konferensi tersebut menjadi sangat Istimewa karena mempertemukan sudut pandang global dan lokal dalam satu panggung.

Tidak tanggung-tanggung, acara tersebut akan menghadirkan pembicara dari berbagai negara di empat mulai dari Eropa hingga Amerika.

Baca Juga: Miris! SPMB 6 SDN Di Sukoharjo Kosong Pendaftar, Ratusan SDN Lainnya Sepi Peminat, Pendaftaran Diperpanjang

Selain itu, ICHC juga akan dihadiri puluhan pakar, akademisi dan praktisi sepeda dari dalam maupun luar negeri pada 18-20 Mei 2026.

Konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu akan berlangsung di Pendapa Pemkab Klaten.

Sederet pembicara internasional telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Seperti dari Belanda ada Jos Rietveld dan Jos Van der Horst. Sedangkan Jerman mengirimkan delegasinya yang terdiri dari Jurgen Wagner, Rob J. Hummel serta Sascha Kalwasser.

Selain itu, hadir pula Janis Seregins yang merupakan pembicara dari Latvia. Begitu juga David Herely dan Paul Robenson dari Amerika Serikat.

Termasuk Julian Sanchez dari Kolombia serta Prof. Glen Norcliffe dari Kanada.

Dari dalam negeri, kekuatan akademisi dan praktisi Indonesia tidak kalah menarik.

Nama-nama seperti Singgih S. Kartono dari Temanggung yang dikenal dengan desain sepeda bambunya.

Kemudian ada Prof. Sugiono dan Mahalli dari Universitas Brawijaya Malang.

Termasuk Amalinda Savirani dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan turut memaparkan kajian mereka.

Selain itu, masih ada nama Daniel Kristanto dari Surabaya, Bambang Haris S dari Gresik. Termasuk Miqdam Awwali Hashri, Daru Indriyanto serta Sukma Larastiti dari Jakarta.

Baca Juga: Tersisa 15 Hari, Semangat Tanpo Sambat Jadi Energi Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen

Acara tersebut akan dibuka oleh paparan dari para tokoh Keynote Speakers.

Di antaranya Duta Besar Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, Bambang Susantono dari Cities & Local Government Institute (CLGI) serta Amalinda Savirani yang merupakan guru besar UGM Yogyakarta.

Ratusan peserta direncanakan menghadiri ICHC. Mereka dari kalangan akademisi, pelajar dan mahasiswa. Begitu juga dinas perhubungan dari seluruh Indonesia, komunitas budaya bersepeda, ASN, LSM, hingga masyarakat umum.

Penyelenggaraan ICHC ke-35 di Indonesia ini merupakan hasil perjuangan panjang selama dua tahun.

Hal ini ditegaskan oleh pegiat sepeda Fahmi Saimima, yang memperjuangkan kehadiran acara ini di tanah air.

"Kenapa kita perjuangkan sejak dua tahun lalu agar acara ini mampir ke Indonesia, khususnya ke Klaten? Karena ini menjadi lompatan besar buat bangsa Indonesia dalam urusan soft diplomasi," ujar Fahmi lewat sambungan telekomunikasi di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten pada Rabu (6/5/2026).

Pria sebelumnya sebagai Ketua Umum Bike to Work (B2W) Indonesia periode 2021-2024 ini mengungkapkan, konferensi tersebut bukan sekadar pertemuan hobi.

Melainkan ruang diskusi yang lebih mendalam mengenai peran sepeda dalam sejarah manusia.

"Pembahasan terkait sepeda setiap tahunnya kini bisa masuk ke level peradaban. Jadi, tidak hanya bicara soal sejarah atau masa kini, tetapi sudah melengkapi pembicaraan di masa yang akan datang," tambahnya.

Baca Juga: 253 Pelajar dan 7 Guru di Jatiroto Mengalami Gejala Diduga Keracunan, Dinkes Wonogiri Terjunkan Tim dan Ambil Sampel Makanan

Di sisi lain, Fahmi menekankan bahwa terpilihnya Klaten menunjukkan bahwa daerah di Indonesia memiliki kualifikasi profesional untuk menjadi tuan rumah bagi sejarah keilmuan akademisi persepedaan dunia.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, Klaten sebentar lagi menjadi tuan rumah dari KLIC Fest.

Ini menjadi event internasional pertama yang terselenggara di Klaten,

“Menjadi tuan rumah dari 40 negara Asia, Eropa dan Amerika. Mereka akan di Klaten selama delapan hari untuk menghadiri konferensi hingga festival sepeda serta perlombaan,” ujar Hamenang.

Ia mengajak masyarakat Klaten untuk bisa ikut serta memeriahkan event dari rangkaian KLIC Fest.

Termasuk menjaga kondusivitas selama penyelenggaraan berbagai acara berlangsung.

“Harapannya akan ada kesan yang baik dari para peserta 40 negara ini. Bahwa Klaten ini nyaman, Klaten ini luar biasa sehingga bisa dikunjungi wisatawan dari berbagai negara,” ujar Hamenang. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klaten tuan rumah ichc 2026 #pembicara dari eropa #perhatian dunia #diskominfo klaten