RADARSOLO.COM - Relawan Damai Modal Mikir (Damkir) Klaten melakukan aksi heroik mengevakuasi sarang tawon Vespa Affinis di Dusun Purnan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Rabu (6/5/2025) malam.
Bukan aksi biasa mengingat ukuran sarang tawon itu berukuran setinggi manusia.
Warga setempat dibuat resah karena kawanan tawon mulai menyerang dengan menyengat warga yang melintas.
Koordinator relawan Damkir Klaten Tara Kus Setiawan mengungkapkan, laporan keberadaan sarang tawon diterima Rabu (6/5/2026) siang.
Menindaklanjuti keresahan warga, tim yang terdiri dari tiga personel langsung meluncur ke lokasi pada malam harinya sekira pukul 22.00.
"Sarangnya sangat besar, ukurannya sekitar 1 meter untuk lebarnya, sementara panjang atau tingginya mencapai 1,5-1,8 meter. Kalau berdiri utuh, hampir sama tingginya dengan manusia," ujar Tara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (7/5/2026).
Proses evakuasi terhadap sarang tawon tidaklah mudah. Sarang tersebut menempel pada pohon Mahoni di sebuah pekarangan kosong yang diapit di antara rumah warga.
Selain ukurannya yang jumbo, sarang tersebut berada di ketinggian sekitar 15 meter dengan medan yang cukup sulit.
"Tawonnya sering keluar dan mengejar warga yang melintas di depan rumah. Bahkan menurut laporan warga, sudah ada yang pernah tersengat. Warga juga khawatir kalau ada angin kencang atau hujan deras, tawon-tawon itu akan turun dan masuk ke pemukiman," jelasnya.
Baca Juga: Idul Adha 2026 Sebentar Lagi, Skill Juleha Di Sukoharjo Terus Diasah Lewat Pelatihan
Dalam aksi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut, relawan menggunakan metode pembiusan untuk melumpuhkan koloni tawon.
Mengingat besarnya sarang, tim menghabiskan sekitar enam liter bahan bakar jenis Pertalite untuk memastikan seluruh penghuni sarang mati sebelum diturunkan.
Agar tetap lincah saat memanjat pohon yang tinggi dengan medan rumit, personel Damkir tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang tebal.
Melainkan hanya menggunakan pakaian tim dan peralatan keamanan seperti tali.
Baca Juga: Tekan Limbah Produksi, Pemkot Solo Targetkan Transformasi Industri Kreatif Menuju Ekonomi Hijau
"Kalau pakai APD mungkin kesulitan. Karena kami sudah terbiasa mengondisikan tawon agar tidak mubal (berhamburan), kami memutuskan memakai pakaian tim. Yang paling utama adalah pengamanan badan agar tidak jatuh dari ketinggian," tambah Tara.
Berdasarkan keterangan warga setempat, sarang tawon tersebut tumbuh sangat cepat.
Dalam waktu kurang dari tiga bulan, sarang yang awalnya tidak terlihat, sudah berkembang menjadi ukuran raksasa.
Tara mengimbau kepada masyarakat agar tidak menangani sendiri sarang tawon Vespa Affinis, terutama yang berukuran besar.
"Sebaiknya lapor ke relawan atau pihak Damkar yang memiliki pengalaman dan spesifikasi penanganan. Ini demi keamanan warga sendiri," ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga di sekitar lokasi, Sunarwan, 46, mengaku melihat banyak tawon berkeliaran di sekitar rumahnya.
Ia mengira tawon tersebut hanya mencari makan di pohon jambu yang sedang berbunga di dekat rumahnya.
"Kok durasinya semakin sering dan jumlahnya banyak sekali. Saya cari-cari, ternyata sarangnya ada di kebun Mahoni samping rumah, di lahan kosong yang rimbun. Saya kaget, ukurannya sangat besar, sekitar 1,5-1,75 meter," kata Sunarwan.
Ia merasa khawatir karena koloni tawon mulai turun dan beterbangan di area warga.
Mengingat bahayanya jenis tawon Vespa atau yang warga kenal dengan tawon ndas, ia segera melaporkan temuan itu kepada relawan.
"Kalau tidak segera dieksekusi, ini sangat berbahaya. Makanya saya langsung minta tolong relawan untuk menanganinya malam itu juga," jelasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono