RADARSOLO.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan sekadar soal pemenuhan nutrisi siswa.
Tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi Kabupaten Klaten.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan potensi perputaran uang dari program ini ditaksir mencapai angka fantastis.
Yakni Rp120 miliar-Rp150 miliar setiap bulannya.
Baca Juga: Umbul Bethek Klaten: Wisata Air Ramah Anak dan Lokasi Terapi Lansia dengan Tiket Cuma Rp 3.000
Hamenang menegaskan bahwa besarnya nilai ekonomi ini harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Terutama para pelaku UMKM dan petani di wilayah Klaten.
"Bahkan kalau secara rezeki mereka sudah luar biasa ya, mitra ini sehari bisa dapat Rp 6 juta. Kalau sebulan dikalikan hari kerja, bisa mencapai Rp 120 juta-Rp180 juta. Itu sudah jauh lebih dari cukup," ujar Hamenang, Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, dengan pendapatan yang sudah memadai tersebut, bupati berpesan agar para mitra menjaga kualitas makanan.
Termasuk tidak mengurangi porsi yang telah ditetapkan.
"Uang untuk bahan makanan harus dioptimalkan, jangan dikurangi. Baik porsi kecil Rp8.000 maupun porsi optimal Rp10.000 harus dimaksimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa," tegasnya.
Melihat total putaran uang yang mencapai miliaran rupiah per hari, Pemkab Klaten kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan uang tersebut tetap berputar di dalam wilayah.
Hamenang akan segera berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) untuk menyusun regulasi teknis.
"Bayangkan kalau itu terserap oleh UMKM di wilayah masing-masing, pertumbuhan ekonomi akan luar biasa. Nanti SPPG wajib menyerap produk yang ada di lingkungannya. Kalau di situ ada beras, ya serap berasnya. Ada telur, daging, dan segala macam, harus diambil dari sana," jelas bupati.
Terkait sejauh mana penyerapan produk lokal saat ini, Hamenang mengakui pihaknya masih dalam tahap mitigasi detail.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Adu Nasib di Tengah Tekanan Besar
Melalui koordinasi yang dilakukan sekarang, Pemkab mulai memetakan jumlah yayasan dan titik dapur yang terlibat.
Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat sekitar 125 dapur MBG yang sudah beroperasi di Klaten. Dari target total mencapai 170 dapur di masa mendatang sesuai informasi dari koordinator lapangan.
"Ke depan kita butuh pola komunikasi yang lebih baik agar bisa mendandani bareng-bareng tata kelola Makan Bergizi di Klaten. Harapannya satu, kecerdasan anak-anak meningkat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi warga masyarakat Klaten sebagaimana harapan Bapak Presiden bisa benar-benar terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten Yoga Angga Pratama menjelaskan, total ada 130 SPPG di Kabupaten Klaten.
Ada pun penerima manfaat yang sudah dilayani 237.000 siswa.
“Dari total seluruh SPPG di Klaten, sudah mempekerjakan sekira 5.400 orang. Jumlah ini masih bertambah karena akan ada SPPG yang beroperasi,” jelasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono