RADARSOLO.COM - Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto meninjau langsung pelaksanaan betonisasi jalan sepanjang 597 meter.
Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Senin (11/5/2026).
Peninjauan bertujuan untuk memastikan progres pembangunan berjalan optimal memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan penguatan ekonomi lokal.
Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Listrik dan Solar, Pemprov Pastikan Proyek Strategis PSEL Jateng Segera Beroperasi
Dalam kunjungannya, Dandim didampingi oleh Pasiter Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Eka Atmaja, Danramil 12/Manisrenggo Kapten Czi Mujianto dan Sekretaris Desa (Sekdes) Solodiran Suwardi.
Fokus utama peninjauan adalah sasaran fisik berupa betonisasi jalan pertanian. Infrastruktur ini dinilai sangat strategis karena merupakan akses utama warga menuju area persawahan.
Mengingat selama ini menjadi urat nadi distribusi hasil bumi di Desa Solodiran.
“Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Betonisasi jalan ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga dan membuka akses ekonomi yang lebih baik,” ujar Slamet.
Dandim menambahkan bahwa infrastruktur yang memadai adalah kunci produktivitas. Maka itu dengan jalan yang kokoh, petani akan lebih mudah menjangkau lahan maupun membawa hasil panen ke pasar.
Slamet juga memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif warga dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Semangat gotong royong masyarakat adalah kekuatan utama keberhasilan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga harus terus dipertahankan agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekdes Solodiran Suwardi, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah lama diimpikan oleh warga. Sebelumnya, kondisi jalan tersebut sangat menyulitkan mobilitas, terutama saat musim penghujan.
“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya betonisasi ini. Akses menuju sawah kini lebih mudah, lancar dan aman,” ungkap Suwardi.
Seperti diketahui, selain betonisasi jalan sepanjang 597 meter juga terdapat pembangunan talud dengan panjang yang sama.
Ada juga pembangunan gorong-gorong sepanjang 1,8 meter, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 3 unit serta jambanisasi sebanyak 5 unit. Selain itu, terdapat sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan administrasi kependudukan. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono