Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sinergi Membangun Daerah Perbatasan, Bupati Klaten Hamenang Buka KBMKB ke-33 di Pakisan Cawas

Angga Purenda • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:20 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerahkan alat kerja yang menandai pembukaan KBMKB ke-33 di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Selasa (12/5/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerahkan alat kerja yang menandai pembukaan KBMKB ke-33 di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Selasa (12/5/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara resmi membuka kegiatan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-33 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Selasa (12/5/2026).

Upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Desa Pakisan tersebut menjadi penanda dimulainya aksi gotong royong. Antara personel TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pembukaan ditandai secara simbolis dengan penyerahan alat kerja. Begitu juga pemukulan gong oleh Bupati Klaten Hamenang didampingi jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Lepas Keberangkatan Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Klaten ke Tanah Suci, Ini Pesan Bupati Hamenang

Dalam sambutannya Bupati Hamenang menegaskan bahwa KBMKB merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam membangun daerah, melainkan butuh kolaborasi dari berbagai stakeholder.

"Kegiatan KBMKB ini adalah wujud nyata sinergitas antara TNI, Pemkab Klaten, Polri, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Dalam membangun daerah secara gotong royong. Program ini terbukti efektif mempercepat perencanaan pembangunan di wilayah," ujar Hamenang.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Perwira Pelaksana Kapten Inf Eka Atmaja dari Kodim 0723/Klaten, Pelaksanaan KBMKB ke-33 ini berlangsung selama satu bulan penuh. mulai dari 12 Mei-11 Juni 2026 dengan sasaran fisik dan non fisik.

Untuk sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 642 meter, lebar 4 meter dan tebal 12 cm. Bupati Hamenang menyebut jika jalan tersebut sebagai urat nadi perekonomian desa. Maka itu, ketika nantinya selesai dibangun maka masyarakat harus dijaga kualitasnya.

Selain itu, ada program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tiga unit. Hal ini untuk membantu warga kurang mampu mendapatkan hunian yang aman, sehat dan nyaman.

Sedangkan untuk sasaran nonfisik meliputi penyuluhan Bela Negara/Wawasan Kebangsaan serta penyuluhan administrasi kependudukan (Admunduk) dari Dukcapil.

Baca Juga: Atap Rumah Warga Delanggu Roboh Akibat Lapuk, Bupati Klaten Salurkan Bantuan

Guna menuntaskan target tersebut, sebanyak 87 tenaga kerja dikerahkan setiap harinya. Terdiri dari 30 personel TNI, lima personel Polri, teknisi dua orang, aparat desa lima orang dan masyarakat sebanyak 45 orang.

Bupati Hamenang berharap KBMKB bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Melainkan juga sarana memupuk persatuan dan toleransi di tengah tantangan zaman.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, menjaga lingkungan, dan ikut berpartisipasi aktif. Melalui kebersamaan, Kabupaten Klaten akan semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ujarnya.

Seperti diketahui, Desa Pakisan merupakan desa yang terletak paling timur dari kecamatan Cawas. Berbatasan langsung dengan Kecamatan Weru, Kabupaten, Sukoharjo.

Kepala Desa Pakisan Santoso menyambut gembira terpilihnya Desa Pakisan sebagai lokasi KBMKB ke-33. Menurutnya, program ini menjadi solusi nyata bagi desa untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa.

Baca Juga: Peringatan Hari Kartini ke-147 di Klaten: Bupati Hamenang Ajak Perempuan Terus Bermimpi dan Berdikari

"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa sekali karena program ini memang sangat diharapkan oleh desa. Apalagi sekarang Dana Desa cukup terkuras, sehingga adanya KBMKB ini sangat membantu percepatan pembangunan yang kami butuhkan," ungkap Santoso.

Terkait kondisi jalan yang menjadi sasaran pokok betonisasi sepanjang 642 meter, Santoso menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital bagi petani. Termasuk  jalur anak-anak menuju sekolah.

Sebelumnya, kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan, karena jalan berlubang (jogangan) sehingga tidak rata.

"Dulu jalannya seperti jogangan. Dengan adanya program ini, pertama kami adakan pengerasan dulu dengan pengurukan padas dan sirtu, baru kemudian dibeton. Masyarakat sangat gembira dan sudah terjadwal untuk ikut berpartisipasi dalam gotong royong setiap harinya," tambahnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#KBMKB) ke-33 Tahun Anggaran 2026 #desa pakisan #Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo