RADARSOLO.COM - Jajaran Polres Klaten meningkatkan intensitas pengamadanan di sejumlah pasar hewan jelang Idul Adha.
Salah satunya di Pasar Hewan Jatinom yang langsung dipimpin oleh Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi pada Kamis (14/5/2026).
Didampingi dari Kodim 0723/Klaten, Dinas Pertanianan dan Ketahanan Pangan (DKPP) dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jatinom.
Langkah itu diambil menyusul melonjaknya aktivitas transaksi jual-beli hewan kurban yang melibatkan perputaran uang dalam jumlah besar.
Kapolres Klaten Faruk menjelaskan bahwa kehadiran Polri di tengah pasar bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang mencari hewan kurban.
Mengingat sebagian besar transaksi masih dilakukan secara tunai (cash), potensi kerawanan kriminalitas menjadi perhatian utama.
"Kami hadir untuk melaksanakan patroli dan memastikan keamanan serta ketertiban terjamin. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membawa uang tunai dalam jumlah banyak," ujar Faruk.
Selain memastikan keamanan, petugas gabungan juga fokus memantau potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kapolres memberikan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak membawa ternak yang menunjukkan gejala PMK ke area pasar.
"Tolong, kalau ada ciri-ciri atau berpotensi terkena PMK, jangan dibawa ke pasar. Isolasi di kandang masing-masing agar tidak menyebabkan penularan luas di Kabupaten Klaten," tegasnya.
Selain mengantisipasi tindakan kriminalitas, kepolisian juga mengingatkan terkait adanya potensi peredaran uang palsu dalam transaksi pembelian hewan kurban.
Termasuk mewaspadai potensi pencurian hewan ternak yang kerap marak menjelang lebaran kurban.
Kapolres menegaskan tidak akan segan mengambil langkah hukum bagi siapa pun yang mengganggu kondusivitas.
"Kami pastikan kalau memang terjadi pencurian hewan ternak, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai prosedur kepada para pelaku," ujar Faruk.
Lebih lanjut, Ia mengharapkan dengan peningkatan patroli yang terus ditingkatkan menjadikan masyarakat Klaten dapat bertransaksi hewan kurban dengan tenang, aman, dan mendapatkan ternak yang sehat sesuai syariat.
Sementara itu, Dianto, 55, salah satu pedagang sapi asal Desa Tlogowatu, Kemalang yang menawarkan ternaknya di Pasar Jatinom menyambut positif peningkatan keamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Terlebih lagi dirinya mendapatkan imbauan secara langsung dari kepolisian.
"Tadi disarankan Pak Polisi untuk menjaga uang dengan baik. Waspada uang palsu dan hati-hati pencurian. Kami merasa terbantu dengan adanya patroli ini," tambahnya.
Di sisi lain, harga hewan kurban mulai mengalami kenaikan meskipun masih dalam batas wajar. Dianto menyebutkan bahwa dalam dua minggu terakhir, harga sapi per ekor mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta.
"Biasanya harga Rp 20 juta, sekarang naik jadi Rp 22 juta-Rp 25 juta per ekor. Untuk sapi berat kisaran 5 kuintal, harganya di angka Rp 25 juta," kata Dianto.(ren)
Editor : Nur Pramudito