Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Usai Terima Unit Mobil dan Truk, Koperasi Desa Merah Putih di Klaten Mulai Petakan Potensi Bisnis Lokal

Angga Purenda • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:32 WIB
Para pengurus Koperasi Desa Merah Putih saat menerima unit mobil operasional di Lapangan Asrama Kodim 0723/Klaten beberapa waktu lalu (Angga Purenda/Radar Solo)
Para pengurus Koperasi Desa Merah Putih saat menerima unit mobil operasional di Lapangan Asrama Kodim 0723/Klaten beberapa waktu lalu (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Sejumlah pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Klaten terus bergerak mematangkan rencana bisnis pasca terpenuhinya legalitas lembaga.

Terlebih lagi sudah menerima sarana penunjang seperti mobil Mahindra Scorpio 4x4 dan truk.

Selain fokus menambah jumlah anggota, pengurus koperasi di tingkat desa kini mulai memetakan sektor usaha unggulan.

Tentunya disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Baca Juga: Setelah 50 Unit Mobil, Kini 67 Unit Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Tiba di Klaten Tiba Bertahap

Seperti di Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, KDMP saat ini tengah mempersiapkan operasional gerai fisik. Ketua KDMP Jelobo Yudi Purnomo menjelaskan bahwa pembangunan gerai telah rampung dan saat ini dalam tahap pengiriman perlengkapan pendukung.

Yudi mengungkapkan, unit usaha yang direncanakan di Jelobo akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih miring, terutama bagi anggota.

Selain itu, melihat karakteristik wilayahnya, koperasi juga akan merambah sektor pertanian dan peternakan.

"Kami mengupayakan apa yang menjadi kebutuhan pokok petani dan peternak, mulai dari pupuk hingga pakan ternak. Semuanya akan tersedia di KDMP Jelobo," ujar Yudi, Kamis (14/5/2026)

Saat ini, pihaknya masih melakukan perekrutan anggota secara masif. Harapannya seluruh warga Desa Jelobo bisa bergabung dalam ekosistem koperasi tersebut.

Sementara itu, di Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, fokus pengembangan koperasi diarahkan pada sinkronisasi antara program pemerintah dan potensi lokal.

Ketua KDMP Randulanang Sunarno mengungkapkan bahwa seluruh dokumen legalitas, mulai dari NIB hingga Simkopdes telah terpenuhi 100 persen.

"Sekarang tinggal menyusun rencana bisnis. Kami harus selektif mempertimbangkan mana potensi yang benar-benar bisa dikembangkan untuk rakyat. Terutama di bidang pertanian dan peternakan yang menjadi prioritas kami," kata Sunarno.

Salah satu inovasi yang tengah digodok adalah kolaborasi dengan pelaku UKM lokal.

Sunarno menekankan bahwa koperasi tidak hadir sebagai pesaing, melainkan mitra bagi unit usaha kecil yang sudah ada.

"Kami ingin bekerja sama dengan UKM-UKM yang sudah berjalan. Kami sedang menyusun gagasan bagaimana koperasi bisa memenuhi kebutuhan UKM. Begitu juga sebaliknya, UKM bersama-sama menghidupkan koperasi demi kesejahteraan bersama," tambahnya.

Meski persiapan infrastruktur dan administrasi terus berjalan, para pengurus KDMP mengakui tetap berhati-hati dalam melangkah sembari menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal ini dilakukan agar operasional koperasi nantinya memiliki payung hukum yang kuat dan berkelanjutan.

“Melalui pemetaan usaha yang matang dan penguatan basis anggota, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor baru penggerak ekonomi di tingkat desa. Tentunya yang mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat secara nyata,” ucapnya.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#klaten #KDMP #Koperasi Desa Merah Putih