Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Warga Gantiwarno Klaten Ditemukan Meninggal di Kolam Pembuangan Air, Diduga Akibat Penyakit Epilepsi Kambuh

Angga Purenda • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:35 WIB
Proses evakuasi terhadap jenazah korban di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten (Dokumentasi Polres Klaten)
Proses evakuasi terhadap jenazah korban di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten (Dokumentasi Polres Klaten)

RADARSOLO.COM - Masyarakat Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria di area kolam pembuangan air kotor pada Rabu (13/5/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi sudah mulai mengalami pembusukan setelah dilaporkan tidak terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.

Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengonfirmasi identitas korban adalah Muhammad Hartono, 30, seorang buruh yang beralamat di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten

Penemuan jenazah itu bermula bermula saat salah satu warga mendatangi kediaman korban.

Baca Juga: Polres Klaten Ungkap Dua Kasus Asusila, Salah Satu Pelaku Rekam Aksi Bejat dengan Anak Tirinya yang Baru Berumur 8 Tahun

Dikarenakan tidak menemukan korban di dalam rumah, saksi berinisiatif melakukan pencarian di area sekitar lingkungan rumah.

Pencarian berakhir di sebelah barat rumah korban. Warga menemukan Hartono sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area kolam pembuangan air kotor.

Lantas warga memberitahukan temuan tersebut kepada masyarakat lainnya untuk dilaporkan ke Polsek Gantiwarno.

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Gantiwarno yang dipimpin oleh dr. Keny, tidak menemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Tubuh korban ditemukan dalam kondisi pembusukan dan sudah mengeluarkan belatung.

Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Hal ini sinkron dengan keterangan warga yang terakhir kali melihat korban pada Minggu (10/5/2026).

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Diduga kuat penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh saat berada di dekat kolam, sehingga terjatuh ke air tanpa ada yang memberikan pertolongan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suwoto menjelaskan, jika korban selama ini memang hidup sendirian di rumahnya.

Kondisi kesehatan korban yang mengidap epilepsi juga telah diketahui oleh lingkungan sekitar. Hal itu diperkuat dari ketengan keluarga dan tetangga korban.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak akan menuntut secara hukum, yang diperkuat dengan pembuatan surat pernyataan resmi.

"Keluarga sudah menerima meninggalnya korban dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," pungkas AKP Suwoto.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#klaten #Gantiwarno #polres klaten