Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hasil Otopsi RSU Bhayangkara Yogyakarta: Bayi yang Dibuang di Belangwetan Klaten Meninggal Akibat Dibekap

Angga Purenda • Senin, 18 Mei 2026 | 12:52 WIB
Proses otopsi terhadap jasad bayi perempuan yang ditemukan di Desa Belangwetan, Klaten Utara, Klaten. (Dokumentasi Polres Klaten)
Proses otopsi terhadap jasad bayi perempuan yang ditemukan di Desa Belangwetan, Klaten Utara, Klaten. (Dokumentasi Polres Klaten)

RADARSOLO.COM – Kasus penemuan jasad bayi kembali gegerkan warga Kabupaten Klaten.

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, mengapung di aliran Sungai Bedoyong, Dusun Tegalsari, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Minggu (17/5/2026) sore.

Penemuan ini langsung memicu penyelidikan intensif oleh kepolisian setelah hasil otopsi sementara mengindikasikan adanya unsur tindak pidana kekerasan sebelum bayi dibuang ke sungai.

Baca Juga: Link Download Logo Resmi Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ini Tema Harkitnas 2026 dan Pedoman Upacara Lengkap dari Komdigi

Peristiwa memilukan ini pertama kali terkuak sekitar pukul 16.30 ketika dua orang pemuda setempat, Andry Kurniawan (22) dan Resi Nakula Saputra (21), sedang menghabiskan waktu sore dengan memancing di Sungai Bedoyong.

Pandangan mata kedua saksi mendadak tertuju pada sebuah objek mencurigakan yang tertelungkup dan mengambang di antara sela-sela tumpukan sampah sungai.

Setelah mendekat dan memastikan bahwa objek tersebut adalah tubuh bayi, kedua saksi langsung berlari melaporkan temuan itu kepada Ketua RT setempat, Mariyono.

Laporan pun diteruskan secara berjenjang ke Mapolsek Klaten Utara dan bidan desa setempat pada pukul 16.44.

Tak berselang lama, Kanit Reskrim bersama anggota piket reskrim dan Ka SPKT tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis puskesmas.

Proses pengangkatan mayat bayi dari sungai sedalam pinggang orang dewasa tersebut berjalan dramatis dengan dibantu warga sekitar.

Baca Juga: Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Sosok Sutradara dan Pembuat Film di Baliknya

Setelah berhasil dievakuasi, pemeriksaan luar dilakukan bidan desa memastikan kondisi tali pusar bayi yang sudah terpotong.

Guna kepentingan akurasi penyelidikan (scientific crime investigation), mayat bayi dievakuasi ke RSU Bhayangkara Kalasan, Sleman, Yogyakarta, untuk diotopsi oleh tim kedokteran forensik yang dipimpin Idha Arfianti Wiraagni.

Berdasarkan hasil otopsi sementara, tim kedokteran forensik mengungkap fakta mengejutkan terkait penyebab kematian bayi.

Hasil analisis medis menunjukkan bahwa bayi tersebut sengaja dihabisi terlebih dahulu di daratan sebelum akhirnya dibuang ke dalam aliran sungai.

Petugas tidak menemukan adanya kandungan air yang masuk ke dalam saluran pernapasan maupun paru-paru korban, yang jamak ditemukan pada kasus korban tenggelam.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 Gerakan Pangan Murah 

Kapolsek Klaten Utara AKP Suwoto membeberkan hasil temuan yuridis medis dari dokter forensik yang menangani jasad bayi tersebut.

“Sebab kematian bayi dikarenakan terdapatnya hambatan jalan napas bagian luar (mulut dan hidung) yang menyebabkan gangguan pertukaran udara. Jadi bayi mengalami meninggal lemas,” ujar Suwoto.

Tim forensik memperkirakan waktu kematian korban berkisar antara 24 hingga 48 jam sebelum proses pemeriksaan luar dilakukan pada hari Minggu.

Fakta bahwa adanya hambatan mekanis pada area mulut dan hidung memperkuat dugaan polisi bahwa bayi malang tersebut merupakan korban pembunuhan dengan cara dibekap tak lama setelah dilahirkan.

Polsek Klaten Utara bekerja sama dengan Satreskrim Polres Klaten kini tengah melakukan penyisiran ke sejumlah klinik bersalin, bidan mandiri, hingga puskesmas di sekitar wilayah Klaten Utara guna mendata ibu hamil yang baru saja melahirkan.

Baca Juga: Heboh di TikTok! Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full Durasi 6 Menit, Benarkah Settingan?

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya kecurigaan terhadap warga di lingkungannya yang menunjukkan perubahan fisik pasca-kehamilan namun tidak didampingi oleh keberadaan bayi, untuk segera melapor ke polisi.

Hingga saat ini, mayat bayi perempuan disemayamkan di ruang instalasi kedokteran kehakiman RSU Bhayangkara sembari menunggu titik terang pengungkapan identitas orang tua kandung yang tega melakukan aksi keji tersebut. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#belangwetan klaten #bayi dibekap #hasil otopsi mayat bayi #polres klaten #bayi dibuang