Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gelaran International Cycling History Conference Bakal Lahirkan Rekomendasi Klaten untuk Solusi Krisis Global

Angga Purenda • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:32 WIB
Penyelenggaraan International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (18/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Penyelenggaraan International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (18/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Indonesia mengukir sejarah baru dalam dunia akademis dan komunitas sepeda global.

Untuk pertama kalinya, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC) ke-35.

Forum bergengsi tingkat dunia itu digelar di Kabupaten Klaten. Menjadi bagian dari rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polres Klaten Bekuk Pelaku Curanmor di Jogonalan

Konferensi internasional itu menghadirkan 24 pembicara yang berasal dari 19 negara, baik Eropa, Amerika maupun Asia.

Pembicara ini merupakan kombinasi antara akademisi internasional dan pakar lokal dari Indonesia.

Komite Nasional ICHC 2026 Fahmi Saimima mengungkapkan, terpilihnya Klaten merupakan capaian yang luar biasa.

Sekaligus ajang pembuktian di kancah internasional.

"Ini adalah lompatan besar dari sebuah keberpihakan akan dunia akademisi. Ruang lingkupnya kecil, sepeda, tapi berdampak besar terhadap Indonesia yang sudah berhasil menjadi tuan rumah forum konferensi dunia," ujar Fahmi ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (18/5/2026).

"Kita harus bangga karena Klaten, sebuah kota kecil yang diapit dua kota besar, bisa menjadi tuan rumah yang baik," imbuhnya.

Baca Juga: Pelatih Persis Solo Enggan Terbebani Kutukan Lawan Persita Tangerang

Fahmi menjelaskan, konferensi tersebut memiliki bobot keilmuan yang berat dan mendalam.

Fokus utamanya adalah membedah nilai-nilai akademis dari sejarah sepeda, baik pada masa lalu, hari ini hingga proyeksi di masa depan.

Melalui forum tersebut, penyelenggara ingin mendobrak stigma lama yang melekat di tengah masyarakat Indonesia.

Sepeda kerap kali hanya dipandang sebagai alat olahraga atau rekreasi mingguan.

"Di sanalah kita akan menggeser paradigma baru tentang sepeda. Ketika masyarakat melihat sepeda sebagai alat mobilitas bergerak, maka itu bisa dipakai ke kantor, sekolah, pasar, bahkan untuk beribadah," papar Fahmi.

Lebih dari sekadar alat transportasi, ICHC ke-35 hendak membawa pesan kuat bahwa sepeda telah bertransformasi menjadi simbol peradaban.

Baca Juga: Kepincut Bangun 44 Titik Gedung KDMP, Warga Boyolali Tertipu Rp1,2 Miliar: Satreskrim Polres Boyolali Ungkap Modus Pelaku

Bagian dari sejarah dan kebudayaan manusia yang terus berevolusi.

Sepeda juga sebagai jalan keluar dari berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia.

Seperti krisis BBM, perubahan iklim, kemacetan hingga polusi udara di area perkotaan.

Tidak hanya menjadi ruang diskusi, ICHC ke-35 berkomitmen menghasilkan output konkret yang dapat memengaruhi kebijakan publik.

Pada sesi akhir konferensi, sejumlah tokoh penting dan pengambil kebijakan dijadwalkan hadir untuk merumuskan langkah strategis ke depan.

Seperti Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Aan Suhanan.

Begitu juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan  Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Amalinda Savirani

Kolaborasi antara pegiat sepeda, dunia akademisi, diplomat dan birokrat itu nantinya akan menghasilkan sebuah dokumen resmi bernama Rekomendasi Klaten.

"Tentunya kita berharap konferensi ini memberikan kontribusi terhadap pola pikir yang dihadirkan selama tiga hari ini. Untuk memberi solusi bagi masa depan kota yang lebih baik, khususnya buat Indonesia," pungkas Fahmi. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klic fest 2026 #International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 #Klaten International Cycling Festival 2026 #krisis global #sepeda