Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Soal Air Lindi di TPA Troketon Klaten Mulai Tertangani, Bupati Hamenang: Tinggal Fokus Pengolahan Sampah

Angga Purenda • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melihat langsung pengelolaan air lindi melalui teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru di TPA Troketon Pedan, Selasa (19/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melihat langsung pengelolaan air lindi melalui teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru di TPA Troketon Pedan, Selasa (19/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Pencemaran air lindi yang selama ini menjadi hal dikeluhkan warga sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, mulai terurai.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo usai melakukan peninjauan langsung ke TPA Troketon, Selasa (19/5/2026).

Air lindi dari TPA Troketon telah tertangani melalui penerapan teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru.

Baca Juga: Lokasi Sumur Bor TMMD Kodim 0725 Sragen di Karangmalang Ditanami Bibit Pohon Durian

Dari air lindi yang semula pekat dan berbau menyengat, kini berhasil diproses hingga memenuhi baku mutu lingkungan.

Bahkan aman digunakan untuk irigasi pertanian.

"Kita kembali mengecek proses yang kita mulai, yaitu pemrosesan lindi. Kalau dulu warnanya pekat dan baunya luar biasa. Alhamdulillah, dari kolam pemrosesan ini  sudah bersih dan selesai diproses," ujar Hamenang di lokasi TPA Troketon, Selasa (19/5/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan air hasil olahan lindi mengalir ke kolam dalam kondisi jernih. Meski saat ini masih tampak sedikit keruh karena kolam penampung masih berupa tanah liat, secara kualitas air tersebut dinyatakan aman.

Hamenang menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan parameter air olahan tersebut sudah masuk dalam baku mutu yang ditetapkan.

"Tidak hanya secara fisik, tapi sudah dicek baku mutunya masuk. Sehingga ke depan, air ini bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan, irigasi pertanian maupun tanaman air. Nanti kalau kolam permanennya sudah jadi, kita buktikan dengan menebar ikan di sana. Kalau ikannya hidup, berarti aman," terangnya.

Baca Juga: Anggaran Mas Mbak Duta Wisata Dipangkas, Jumlah Peserta Dibatasi

Proyek fisik kolam permanen dan pemadatan tanggul penahan ditargetkan rampung pada akhir bulan ini.

Memasuki awal Juni 2026, kawasan tersebut diharapkan sudah siap sepenuhnya dan melakukan uji coba dengan penyebaran benih ikan.

Tertangani persoalan lindi, kini mengalihkan fokus penuh pada optimalisasi pengolahan sampah mandiri.

Hamenang mengungkapkan, Pemkab Klaten tengah berproses bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang diharapkan skema teknisnya rampung pekan depan.

"Setelah dengan UGM clear, tinggal kemudian masuk tahap lelang. Pemenang lelang yang akan melakukan kegiatan pemrosesan sampah di sini. Kami targetkan tahun ini pengolahan sampah di TPA Troketon sudah bisa berjalan optimal," kata Bupati.

Baca Juga: Nama-nama yang Lolos Seleksi JPTP Pemkab Karanganyar

Ia mengakui langkah yang dilakukan pemkab dalam penanganan TPA Troketon terkesan lambat lantaran dirinya ingin memastikan sistem yang dibangun bisa berkelanjutan. Hingga akhirnya tidak mangkrak di tengah jalan.

Ia berkaca pada kegagalan proyek waste-to-energy di daerah lain, yang terburu-buru namun kini belum berjalan optimal.

"Kami ingin sekali program ini sekali dikerjakan langsung jalan, sehingga lambat laun sampah di Troketon ini akan habis dan tidak bau lagi," tegasnya.

Kendati pemkab memaksimalkan teknologi di TPA, Hamenang meminta kesadaran kolektif dari masyarakat Klaten. Mengingat sampah adalah tanggung jawab bersama. Warga diimbau untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.

"Caranya, jangan membuang sampah organik ke TPA Troketon. Sampah organik itu tolong diselesaikan di rumah masing-masing, bisa lewat pembuatan lubang biopori atau metode lainnya. Dengan begitu, sampah yang terbuang ke TPA benar-benar hanya residu yang tidak bisa diolah," imbaunya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Di Sukoharjo Sepi Peminat, Orang Tua Tak Rela Murid Tinggal Di Asrama

Teknologi pengolahan air lindi di TPA Troketon ini memanfaatkan sistem kombinasi biologi dan kimia-fisika yang disuplai oleh PT Amaka selaku vendor atau pihak ketiga.

Direktur PT Amaka Gufron menjelaskan bahwa seluruh air lindi mentah ditampung terlebih dahulu di kolam untuk diberikan perlakuan khusus.

"Lindi diinjeksikan obat biologi, lalu melalui proses aerasi selama 21 hari. Setelah itu diendapkan selama satu hari untuk menurunkan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan menekan bau. Air yang mulai encer dan agak bening kemudian dialirkan ke tangki IPAL," papar Gufron.

Di dalam tangki sedimentasi 1 dan 2, air lindi dicampur dengan PAC (Poly Alumunium Chloride) dan polimer. Proses kimia ini memicu partikel kotoran menggumpal menjadi lumpur kecil dan mengendap di dasar tangka.

Sementara air bersih mengalir ke atas menuju tangki polishing dan rangkaian filter akhir.

"Kapasitas output dari instalasi ini mencapai 65-75 meter kubik per jam. Memang proses pengerjaan sempat mundur sekitar tiga bulan akibat kendala cuaca dan musim hujan ekstrem. Tapi saat ini alat telah dioperasikan," jelas Gufron. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pengoalahan sampah #air lindi #tempat pemrosesan akhir #TPA Troketon #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo