RADARSOLO.COM- Harapan baru merekah bagi generasi muda di kawasan lereng Gunung Merapi.
Akses pendidikan tingkat menengah atas yang layak dan merata resmi hadir seiring dengan diresmikannya operasional Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 1 Kemalang, Selasa (19/5/2026).
Langkah strategis ini menjadi tonggak sejarah penting dalam memotong ketimpangan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan geografis ekstrem.
Gedung sekolah megah yang terletak di Dusun Genep, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten ini menjadi penanda berakhirnya penantian panjang warga selama empat tahun lamanya.
Sebelum fasilitas ini berdiri, para pelajar dari lereng Merapi terpaksa harus mengikuti program kelas jauh yang menginduk pada SMAN 1 Karangnongko sejak tahun ajaran 2021/2022.
Selama masa darurat itu, aktivitas belajar mengajar menumpang fasilitas seadanya milik rumah warga hingga kantor pemerintah desa setempat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin langsung jalannya upacara peresmian operasional sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan wujud komitmen nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Kehadiran sekolah negeri pertama di Kemalang ini menjadi solusi konkret untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan di wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori blank spot zonasi sekolah.
Berdasarkan data berkala dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, awalnya terdapat 24 kecamatan di Jawa Tengah yang teridentifikasi tanpa sekolah negeri.
Kini, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 23 kecamatan setelah Kemalang sukses mengawali program pengentasan.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah, sehingga pembangunan sekolah ini sangat diharapkan. Rata-rata lulusan SMP yang bisa diterima di SMA Negeri saat ini baru berkisar 40 persen, dan ini menjadi tantangan besar kita bersama,” ungkap Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan telah membangun komunikasi taktis bersama Komisi E DPRD Jawa Tengah dan pemerintah pusat demi pemenuhan hak asasi anak dalam menuntut ilmu.
Baca Juga: Lokasi Sumur Bor TMMD Kodim 0725 Sragen di Karangmalang Ditanami Bibit Pohon Durian
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak ingin berhenti pada peresmian satu sekolah saja. Sisa wilayah yang masih terisolasi dari akses sekolah negeri dipastikan akan digarap menggunakan skema percepatan kepemimpinan daerah.
"Ke depan, 23 blank spot yang belum ada sekolah akan kita reduksi, minimal 10 wilayah dalam waktu dua tahun ke depan harus selesai. Sehingga anak-anak kita bisa meneruskan sekolah di fasilitas yang lebih bagus," tegas Luthfi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin dalam laporan resminya memaparkan dinamika pertumbuhan sekolah ini secara detail.
Dimulai pada tahun ajaran 2021/2022, rintisan kelas jauh di Kemalang awalnya hanya mampu menampung dua rombongan belajar (rombel) dengan total 72 murid.
Namun, karena tingginya animo masyarakat, jumlah siswa aktif melonjak tajam hingga menyentuh angka 260 murid pada tahun ajaran 2025/2026.
Untuk menampung gelombang siswa tersebut, rancang bangun SMAN 1 Kemalang didesain secara multi-tahap.
Anggaran yang dikucurkan dari kas daerah pun terbilang fantastis guna menjamin mutu bangunan yang kokoh di kawasan rawan bencana.
“Pembangunan fisik SMAN 1 Kemalang dirancang dalam beberapa tahap. Pada pembangunan tahap pertama, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,98 miIiar untuk mendirikan sejumlah fasilitas inti. Meliputi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, tiga ruang kelas baru (RKB) serta laboratorium fisika,” jelas Sadimin.
Hebatnya, USB ini menjadi satu-satunya sekolah baru yang langsung dipagari permanen demi faktor keselamatan internal siswa.
Pada tahun anggaran 2026 ini, pengerjaan fisik langsung disambung ke Tahap Kedua dengan pagu anggaran senilai Rp3,784 miliar untuk penambahan ruang kelas, sementara Tahap Ketiga mulai masuk meja perencanaan.
Baca Juga: 25 Ide Tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, Inspiratif dan Penuh Semangat Harkitnas 2026
Kesiapan administrasi sekolah juga dipastikan telah matang secara hukum, sehingga sekolah baru ini dapat langsung bersaing secara kompetitif dengan lembaga pendidikan menengah lainnya di Klaten.
“Saat ini seluruh legalitas operasional telah rampung. Izin operasional telah diterbitkan, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sudah siap, dan sekolah ini pun sudah terintegrasi ke dalam sistem Dapodik," urai Sadimin sembari mengapresiasi Bupati Klaten atas fasilitasi hibah lahan strategis.
"Bahkan, menyambut tahun pelajaran baru 2026/2027, sudah ada tiga kelas yang terdata dan siap terpenuhi,” imbuh dia.
Puncak kebahagiaan ini turut dirasakan jajaran Pemkab Klaten.
Keberadaan SMA Negeri ini laksana oase bagi para orang tua di Kecamatan Kemalang yang selama puluhan tahun tidak memiliki opsi sekolah menengah, baik negeri maupun swasta, di dalam wilayah administrasi kecamatan mereka sendiri.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan rasa syukur mendalam atas keberhasilan sinergi lintas sektoral yang berhasil menembus hambatan birokrasi perbatasan ini.
Baca Juga: Duka Embarkasi Solo: Sri Wuwuh Jemaah Haji Asal Blora Wafat di Makkah Jelang Puncak Armuzna
“Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang dan penantian sampai empat tahun, akhirnya hari ini bisa diresmikan bersama SMAN 1 Kemalang. Ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan masyarakat yang selama ini bersama-sama memperjuangkan agar di daerah perbatasan ada sekolah negeri,” pungkas Hamenang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono