Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jadwal Lengkap dan Daya Tampung SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng Tahun 2026, Gubernur Luthfi: No Titip-titip!

Angga Purenda • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:42 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Jawa Tengah di halaman SMA Negeri 1 Kemalang, Klaten, Selasa (19/5/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Jawa Tengah di halaman SMA Negeri 1 Kemalang, Klaten, Selasa (19/5/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Jawa Tengah Tahun Ajaran 2026/2027.

Peluncuran sistem integrasi digital ini dipusatkan di halaman gedung baru SMAN 1 Kemalang, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, pada Selasa (19/5/2026).

Dalam arahannya, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan penegasan keras terkait transparansi proses seleksi tahun ini.

Ia mendeklarasikan perang terhadap segala bentuk intervensi maupun titipan dari pihak manapun. Baik oknum pejabat, instansi hukum, maupun rekomendasi legislatif.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal dan Alur Lengkap SPMB Online Karanganyar 2026: Simak Tahapan Pentingnya! Ada Empat Jalur Dibuka

“Mulai hari ini saya jadikan moto resmi di Provinsi Jawa Tengah: no titip-titip, no jasa penitipan! Semakin Anda mencoba menitip, semakin saya coret. Apalagi menerima jasa penitipan, tidak ada itu,” ujar Luthfi di hadapan para kepala sekolah dan tamu undangan.

Ia meminta untuk pelaksanaan SPMB dilakukan secara terbuka dan transparan hingga diawasi ketat oleh Ombudsman.

Apabila ada unsur bukti permulaan yang cukup, aparat penegak hukum bisa menindak.

Luthfi menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah sektor vital yang menjadi tolak ukur utama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Sektor pendidikan, terutama sekolah vokasi, diproyeksikan menjadi pilar penyokong utama seiring melesatnya iklim investasi padat modal di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kunjungi Polres Sragen, Polda Jateng Dorong Respons Cepat Layanan 110 Polri Berbasis Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin memaparkan kapasitas daya tampung sekolah negeri tahun ini.

Pada tahun ajaran 2026/2027, total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah mencapai 562.500 murid.

Sedangkan daya tampung keseluruhan SMA/SMK negeri yang tersedia hanya mampu menyediakan 231.724 kursi dengan sebaran 6.442 rombongan belajar (rombel) atau setara dengan 40,83 persen.

Menyikapi keterbatasan kuota sebesar 40,83 persen tersebut, Disdikbud Jateng telah menyiapkan jaring pengaman berupa Program Kemitraan dengan menggandeng 139 SMA dan SMK swasta.

Baca Juga: Alat Berat Kembali Beroperasi di Berjo Karanganyar, Warga Waswas Rusak Aliran Air

“Melalui program kolaboratif ini, pemerintah akan menitipkan sekitar 5.000 anak dari keluarga kurang mampu yang seluruh biaya pendidikannya akan ditanggung sepenuhnya melalui dana APBD Provinsi Jawa Tengah,” ujar Sadimin.

Selain itu, akses bagi warga kurang mampu juga dioptimalkan melalui jaringan SMK Jateng dengan sistem boarding school maupun semi-boarding school.

Salah satu lompatan besar tahun ini dalam pelaksanaan SPMB 2026 adalah kemandirian teknologi yang dikembangkan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga.

Hal ini menghemat anggaran dari yang semula mencapai Rp 3 miliar kini hanya memakan biaya operasional mandiri sebesar Rp300 juta.

Sadimin juga memastikan sistem pengaman afirmasi tidak lagi menggunakan DTKS yang sering berubah secara fluktuatif sehingga memicu buka-tutup sistem.

“Melainkan memakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan mengunci data pusat per cut-off April 2026 pada desil 1 hingga 4,” tambahnya.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Tes Program Khusus SMPN 24 dan 25 Solo: Calon Siswa dan Orang Tua Wajib Tahu, Ada Aturan Penting 

Hal itu untuk mencegah manipulasi perpindahan Kartu Keluarga (KK). Disdikbud mengunci data kependudukan langsung dari Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah.

Adapun pembagian alokasi jalur masuk resmi untuk jenjang SMA dan SMK Negeri pada pelaksanaan SPMB Jawa Tengah tahun 2026.

Yakni jalur domisili dengan kuota minimal 33%. Kemudian afirmasi dengan kuota minimal 32 persen, jalur prestasi kuota minimal 30 persen 30 persen dan jalur mutasi maksimal lima persen.

Proses seleksi untuk jenjang SMA dan SMK Negeri dilakukan secara daring (online).

Sedangkan untuk jenjang SLB Negeri diselenggarakan sepenuhnya secara luring (offline) guna mengakomodasi proses asesmen khusus bagi calon siswa disabilitas.

Sedangkan untuk jadwal SPMB SLB Negeri dilaksanakan secara luring. Pengumuman informasi telah dimulai sejak 15 Mei 2026.

Disusul tahap pendaftaran serta verifikasi berkas secara langsung pada 3 Juni-13 Juni 2026. Tahapan seleksi khusus atau asesmen bagi calon siswa kebutuhan khusus dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026. (ren)

Jadwal Pelaksanaan SPMB SMA & SMK Negeri 2026:

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jadwal spmb sma/smk negeri di jateng #daya tampung #siswa titipan #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #pengawasan ketat