RADARSOLO.COM - Akses pendidikan tingkat menengah atas hadir di kawasan lereng Gunung Merapi.
Menyusul diresmikannya SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (19/5/2026).
Kehadiran sekolah negeri ini menuntaskan penantian panjang masyarakat setempat yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas pendidikan tingkat SMA di wilayahnya.
Sebelum sekolah ini berdiri, anak-anak di Kecamatan Kemalang harus menempuh jarak belasan kilometer menuju kecamatan lain untuk bersekolah.
Hadirnya SMAN 1 Kemalang menjadi jawaban untuk memangkas jarak geografis serta mengatasi kendala blank spot atau ketiadaan sekolah negeri dalam sistem zonasi di wilayah perbatasan tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, pembangunan sekolah baru ini merupakan bagian dari upaya pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah Jawa Tengah.
Kehadiran fisik sekolah menjadi bukti nyata pemenuhan tanggung jawab negara dalam memfasilitasi hak belajar anak.
Untuk tahun ajaran baru, angkatan pertama sekolah ini membuka kuota sebanyak tiga rombongan belajar (rombel).
"Ini adalah bagian dari pemerataan pendidikan untuk sekolah SMA," kata Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan peresmian.
Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ancam Tindak Tegas Pengusaha Tambang Nakal
Selain SMAN 1 Kemalang, Pemprov Jateng juga mengoptimalkan alokasi anggaran untuk membangun empat unit sekolah baru (USB) di daerah lain yang telah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026.
Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMAN 1 Garung Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis Batang.
Masing-masing USB memiliki daya tampung awal 108 siswa, sehingga total mengakomodasi 540 siswa baru.
Pemprov Jateng juga menjalankan program sekolah kemitraan yang menggandeng 139 sekolah swasta dengan daya tampung mencapai 5.004 siswa, di samping optimalisasi Sekolah Keberbakatan Olahraga dan SMK Negeri Jateng.
Baca Juga: CJIBF 2026: Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Energi Terbarukan dan Hilirisasi Pangan
"Saya merasa bangga, di saat adanya keterbatasan fiskal, kita masih mampu memberikan pendidikan layak kepada anak-anak," tambah Luthfi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, rintisan sekolah ini bermula dari pembukaan kelas jauh pada tahun ajaran 2021/2022 yang menginduk pada SMAN 1 Karangnongko.
Pada awal dibuka, kelas jauh tersebut hanya menampung dua rombel dengan jumlah 72 siswa.
Animo yang tinggi dari warga lereng Merapi membuat jumlah siswa melonjak hingga mencapai 260 anak pada tahun ajaran 2025/2026.
Akibat keterbatasan ruang di sekolah induk, proses belajar mengajar bahkan sempat memanfaatkan rumah-rumah warga setempat.
"Jadi setiap tahun terus meningkat peserta didiknya. Masyarakat juga terus meminta agar dibangun SMA di Kemalang, akhirnya hari ini terpenuhi dan sudah diresmikan oleh Gubernur," kata Sadimin.
Baca Juga: Melalui Gerakan Run for Rivers, Gubernur Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat
Kehadiran gedung sekolah baru ini mendapat sambutan baik dari para pelajar dan warga Kecamatan Kemalang.
Mereka tidak perlu lagi memikirkan biaya transportasi yang tinggi atau mencari pemukiman tumpangan di dekat sekolah luar kecamatan.
Warga Desa Santan, Rifani Dwi Alikah Putri, mengakui keberadaan gedung baru ini memangkas jarak tempuh siswa secara signifikan.
“Sekarang teman-teman tidak perlu jauh-jauh sekolah ke Karangnongko atau Klaten kota. Ini sangat membantu warga Kemalang,” kata Rifani.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Nurmala Putri Masdiani yang menilai pembangunan ini sebagai bentuk keadilan fasilitas bagi warga di daerah pinggiran.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Gubernur dan pemerintah yang telah membangun SMA Negeri 1 Kemalang,” pungkas Nurmala. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono