RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan khidmat.
Upacara tersebut berlangsung di halaman GOR Gelarsena Klaten pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten, anggota TNI, Polri, serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Klaten.
Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Apresiasi Pembentukan Paguyuban UMKM di Prambanan
Ditemui usai upacara, Bupati Hamenang menekankan bahwa esensi kebangkitan nasional saat ini adalah bagaimana mempersiapkan generasi muda yang tangguh dalam menghadapi gempuran arus informasi global.
Menurutnya, tantangan terbesar pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) saat ini adalah menjaga moralitas generasi penerus. Harapannya agar tidak terdestruksi oleh budaya asing yang negatif.
"Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjaga generasi muda kita untuk kemudian bisa menjadi generasi yang tangguh, yang unggul dan cerdas serta berkualitas. Tapi tetap memiliki wawasan kebangsaan, kemudian etika dan adab," ujar Hamenang.
Lebih lanjut, Ia mengingatkan pentingnya menjaga anak muda agar tetap berada on the track. Demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Harapannya Sumber Daya Manusia (SDM) lokal akan mampu bersaing ketat dengan SDM dari luar negeri.
Untuk mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter, Hamenang membagikan tiga kebiasaan penting yang wajib dibangun oleh generasi muda saat ini. Pertama yakni rajin membaca dan meningkatkan literasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Hamenang menyayangkan fenomena anak muda yang mulai malas membaca. Ia mengingatkan bahwa buku baik fisik maupun digital tetap menjadi sumber informasi yang paling sahih dan valid.
"Terus asah kemampuan kita, kemudian buka wawasan kita dengan sering-sering membaca buku,” tambahnya.
Kemudian yang kedua yakni, Bupati Hamenang mengajak anak muda untuk mengasah kepekaan dan belajar bagaimana menghadapi berbagai realitas sosial di tengah masyarakat dengan bergabung aktif dalam organisasi.
“Yang kemudian tidak kalah penting perkuat pondasi agama kita. Sehingga kemudian kita memiliki paket komplek untuk menuju Indonesia masa 2045,” ujar Hamenang.
Baca Juga: Harkitnas, Polres Sragen Beri Apresiasi Penggerak Satkamling Terbaik
Ketika disinggung mengenai maraknya fenomena kenakalan remaja yang kerap menjadi perbincangan akhir-akhir ini, Bupati Klaten menilai hal tersebut sebagai salah satu faktor perusak (destruktor) masa depan bangsa yang harus ditekan.
Namun, ia optimis jika anak-anak muda diarahkan pada tiga kebiasaan positif yang dikemukakan, masalah sosial tersebut akan terurai dengan sendirinya.
“Kalau kita sudah sering membaca buku, pondasi agama diperkuat, insyaallah kenakalan remaja akan turun dengan sendirinya," pungkas Hamenang.(ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono