RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten sukses menggelar kegiatan bersepeda bertajuk Social Culture Ride, yang merupakan bagian dari rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest 2026), Kamis (21/5/2026).
Agenda bersepeda internasional itu diikuti langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sumarno.
Bersama tamu kehormatan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Diikuti puluhan peserta yang terdiri dari delegasi berbagai negara. Termasuk pencinta sepeda turut memeriahkan kayuhan pedal melintasi eksotis alam dan budaya Klaten.
Rute Social Culture Ride mengambil titik start dari kemegahan Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.
Dari sana, rombongan bergerak menuju Candi Plaosan yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Balai Desa Kemudo, para delegasi asing disuguhkan proses pembuatan batik ciprat karya warga lokal.
Termasuk berinteraksi dengan anak-anak setempat dengan menjajal sepeda yang digunakan para peserta secara bergantian.
Tak hanya kebudayaan, para peserta juga diajak menapaki jejak sejarah kolonial Belanda berupa sistem pengairan lahan (irigasi) kuno yang unik karena dibangun di atas sungai.
Rombongan kemudian meninjau geliat ekonomi kreatif di industri pembuatan stik sukun di Desa Randusari, Kecamatan Prambanan.
Termasuk mengamati aktivitas perekonomian lokal di Pasar Deli, Jogonalan. Hingga berakhir di Bengkel Sepeda Kayu INKU Dompyongan, yang memamerkan kreativitas kerajinan sepeda berbasis kayu.
Kegiatan tersebut mendapat respons yang sangat positif dari para duta besar yang ikut serta. Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen mengaku sangat terkesan dengan keindahan alam Klaten di pagi hari.
Termasuk keramahan warga lokal yang menyapa di sepanjang rute.
“Ini tempat yang luar biasa untuk bersepeda. Kami tadi mulai dari Candi Prambanan. Suasananya sangat indah di pagi hari, terutama kalau dilakukan bersama sekelompok pencinta sepeda,” ucap Marc Gerritsen
“Kami bersepeda keliling melewati desa-desa yang berbeda dan di sepanjang jalan semua orang sangat ramah. Banyak orang melambaikan tangan dan bilang Semangat, ini benar-benar menyenangkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Marc berharap kegiatan tersebut bisa menginspirasi masyarakat luas untuk kembali memilih sepeda sebagai moda transportasi. Dikarenakan lebih sehat, murah, dan bebas polusi karena tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM).
"Saya akan memberi tahu orang-orang di Belanda kalau bersepeda di Prambanan itu ide yang sangat bagus. Mungkin Bupati bisa membuat beberapa rute sepeda agar lebih banyak turis yang datang, misalnya rute dari Prambanan ke Borobudur. Itu akan menjadi magnet wisata yang hebat," tambahnya.
Senada dengan Marc, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste turut menyampaikan kekagumannya terhadap kuatnya budaya bersepeda.
Termasuk besarnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh wilayah Klaten dan sekitarnya.
"Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat di sini. Saya juga melihat banyak potensi pariwisata karena ini adalah destinasi yang sangat indah. Adanya candi-candi seperti Prambanan dan Borobudur, bisa menarik sangat banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda di sini (Klaten)," beber Ralf Beste.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang merasa gembira karena Klaten dipilih untuk menyelenggarakan kegiatan seperti International Cycling History Conference (ICHC) hingga dirangkai Social Culture Ride dalam KLIC Fest.
“Tentu ini menambah motivasi dan semangat kita bersama untuk kemudian bisa menjadi tuan rumah yang baik di acara ini. Manfaat dari kegiatan ini luar biasa banyak sekali, tentu yang pertama ini adalah sebagai sarana promosi kami di Kabupaten Klaten. Bisa menjadi perhelatan Sport Tourism dan apalagi ini trennya bersepeda,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan itu digelar untuk memperkuat promosi budaya, mengangkat potensi pariwisata lokal. Sekaligus menjadi wadah soft diplomacy internasional bagi Kabupaten Klaten di kancah global. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono