Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SMAN 1 Kemalang Jadi Sekolah Tertinggi di Klaten Usai Diresmikan Gubernur Jateng, Ini Harapan Kades Tlogowatu

Angga Purenda • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:13 WIB
Gedung baru SMAN 1 Kemalang. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Gedung baru SMAN 1 Kemalang. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Senyum sumringah tidak dapat disembunyikan dari wajah Kepala Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang Suprat Widoyo, Selasa (19/5/2026).

Menyusul peresmian gedung SMA Negeri 1 Kemalang oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Gedung yang berada di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang itu berada di ketinggian sekira 700 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Berada di lereng Gunung Merapi menjadikan SMAN 1 Kemalang sebagai sekolah tertinggi di Klaten.

Baca Juga: Singgah di Kemudo Klaten, Rombongan Pesepeda KLIC Fest Borong Batik Ciprat Karya Perajin Disabilitas

Bagi masyarakat Kemalang, berdirinya sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik gedung semata.

Melainkan sebuah puncak dari buah perjuangan panjang yang menguras energi dan air mata.

Sebelumnya, Kecamatan Kemalang menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Klaten yang tidak memiliki fasilitas SMA Negeri.

Hal ini menjadikan generasi muda setempat harus berjuang ekstra keras demi bisa mengenyam pendidikan setingkat SMA di luar kecamatan.

Saat ditemui seusai peresmian, Kepala Desa Tlogowatu Suprat Widoyo mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terealisasinya pembangunan sekolah tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat yang konsisten menyuarakan hak pendidikan anak-anak lereng Merapi.

"Intinya ini adalah puncak buah hasil dari perjuangan bersama ya. Kita melibatkan masyarakat, instansi, media, semua bersama-sama kemarin berjuang untuk memperjuangkan warga Kemalang khususnya. Untuk bisa melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas," ujar Suprat.

Suprat membeberkan bahwa proses penantian ini memakan waktu yang sangat panjang, yakni sejak tahun 2020.

Selama lima tahun berturut-turut, pemerintah desa bersama warga terus mengawal proses penganggaran dan birokrasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Hingga akhirnya membuahkan hasil nyata dalam kurun waktu empat tahun masa pengalokasian anggaran fisik.

Baca Juga: Proyek Infrastruktur di Karanganyar Macet, Imbas Aspal Langka

Gedung SMA Negeri 1 Kemalang kini telah resmi berdiri kokoh dan siap beroperasi penuh untuk menyambut siswa-siswi baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Lebih lanjut, Suprat menceritakan perjuangan anak-anak Kemalang sebelum sekolah tersebut resmi didirikan.

Demi tetap bisa belajar, para siswa terpaksa memanfaatkan sistem kelas jauh dengan menginduk ke SMAN 1 Karangnongko.

Mereka harus menumpang belajar di rumah-rumah warga lokal dengan fasilitas yang sangat terbatas.  

Bahkan memanfaatkan ruang Balai Desa Tlogowatu sebagai ruang kelas darurat.

"Kesulitan selama ini di kelas jauh tentunya karena fasilitas yang ada. Belajar di rumah warga dua tempat, di balai desa satu. Kondisi itu terus berjalan sampai akhirnya lulusan kelas 12 di SMA Negeri Karangnongko (sekolah induk) lulus," cerita Suprat.

Meski kini Kemalang sudah memiliki sekolah SMA negeri, tidak membuat siswa kelas jauh bisa merasakan gedung baru itu secara otomatis.

Mengingat mereka tetap tercatat sebagai siswa SMAN 1 Karangnongko. 

Terlebih lagi menjadikan sebagian siswa harus turun dari lereng Merapi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di Karangnongko tersebut.

Jarak geografis yang terbilang jauh dari rumah menuntut konsekuensi biaya operasional yang tidak sedikit bagi para orang tua wali murid di kawasan lereng Merapi.

Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 Berapa Hari? Intip Peluang Long Weekend 6 Hari dan Jadwal Resmi Pemerintah

Terutama untuk biaya transportasi harian ke sekolah.

"Kendala dari orang tua wali, kadang ya karena biayanya tambah. Harus beli bensin untuk anak-anak. Ada juga yang tidak punya motor, sehingga harus cari boncengan. Itu kendalanya setelah anak-anak sementara dipindah ke SMAN 1 Karangnongko," jelas Suprat.

Kondisi tersebut membuat mayoritas wali murid sempat menyampaikan aspirasi mendalam kepadanya.

Para orang tua sangat berharap anak-anak mereka bisa segera kembali belajar di Tlogowatu yang lebih dekat dengan pemukiman mereka di lereng Merapi. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sman 1 kemalang #sekolah tertinggi #kades tlogowatu #klaten #Lereng Gunung Merapi