Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Petani Kampung Sapu Angin Klaten Kembangkan Budidaya Kopi Arabika di Lereng Merapi, BRI Cabang Klaten Berikan Pendampingan

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:42 WIB
Sapuangin Cafe & Farm di Kampung Sapu Angin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten menjadi jujukan untuk menikmati kopi lokal berkualitas. (ISTIMEWA)
Sapuangin Cafe & Farm di Kampung Sapu Angin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten menjadi jujukan untuk menikmati kopi lokal berkualitas. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Kelompok tani di Kampung Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten memanfaatkan karakteristik wilayah lereng Gunung Merapi untuk mengembangkan komoditas kopi lokal.

Aktivitas budidaya agroindustri tersebut berjalan pada kawasan dengan elevasi ketinggian di atas 1.300-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kelompok Kopi Sapuangin menerapkan sistem pengelolaan usaha secara mandiri dan terintegrasi, mulai dari tahapan penanaman bibit hingga penyajian produk hilir dalam bentuk minuman siap konsumsi di lokasi kedai.

Baca Juga: BRI Branch Office Klaten Salurkan KUR Rp.2,3 triliun Hingga April 2026, Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah

Ketua Kelompok Kopi Sapuangin Juli menjelaskan, komoditas utama yang dibudidayakan oleh para petani setempat merupakan tanaman kopi berjenis arabika yang memiliki keragaman varietas tanaman.

"Tapi untuk varietas itu ada Yellow Bourbon, ada Abyssinia, terus ada lagi Segara Rutang, Comasti, dan lain sebagainya," jelasnya mengenai variasi genetik kopi yang ditanam di area perkebunan.

Kombinasi faktor iklim dan kelembapan di wilayah lereng Merapi dinilai mendukung produktivitas tanaman.

Manajemen kelompok kini mengarahkan operasional usaha pada sistem satu atap guna memaksimalkan nilai tambah ekonomi bagi para anggota tani.

"Jadi kita mulai dari pembibitan, terus ada kebun, terus juga ada proses pascapanen. Nah selain itu, setelah proses pascapanen, kita juga ada kedai. Ketika misalnya ada pengunjung yang datang ke sini, kita bisa mencoba kopi kita langsung di kedai atau di Sapuangin Cafe & Farm," tambahnya.

Potensi agronomi lokal yang dikembangkan oleh kelompok tani ini mendapatkan fasilitas pendampingan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui skema program Klasterku Hidupku.

Baca Juga: BRI dan Unsoed Luncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

Langkah intervensi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume penjualan produk.

SPO BRI Cabang Klaten Nanik Dwi Retnowati membenarkan perihal pengelompokan unit usaha makro tersebut di bawah pembinaan instansi perbankan guna mengoptimalkan potensi wilayah perbatasan.

"Mas Juli dan teman-temannya tergabung di satu kelompok, jadi klaster usahanya itu kopi," kata Nanik Dwi Retnowati saat memberikan penjelasan.

Nanik menjabarkan bahwa pihak bank berkomitmen untuk memberikan pembinaan terstruktur serta dukungan akses permodalan finansial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut agar kapasitas produksinya dapat terus tumbuh.

Baca Juga: Akad Massal KUR 1.000 UMKM Digelar di Bali, BRI Bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

"Biar nanti kelompok kopi ini bisa mengangkat potensi yang ada di desa sini," terang Nanik.

Di samping penyaluran kredit usaha, optimalisasi digitalisasi keuangan juga menjadi fokus pendampingan perbankan di area wisata agro tersebut guna menunjang akurasi pencatatan transaksi kas para pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Kemalang Klaten Anggun Suminaring berharap untuk klaster usaha UMKM Kopi Sapuangin semakin terkenal.

"Semakin dikenal banyak orang, khususnya masyarakat Indonesia. Saya berharap transaksinya masih menggunakan KRIS, dan tentunya masih menggunakan BRI juga," tuturnya. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bri cabang klaten #kampung sapuangin klaten #petani kopi #umkm