Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Geliat Pasar Sapi Jatinom Jelang Idul Adha: Diburu Pembeli dari Luar Provinsi, Harga Naik Rp 2 Juta

Angga Purenda • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:40 WIB
Suasana Pasar Hewan Sapi Jatinom Jelang Hari Raya Idul Adha. (Angga Purenda/Radar Solo)
Suasana Pasar Hewan Sapi Jatinom Jelang Hari Raya Idul Adha. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Aktivitas transaksi jual beli hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha di Pasar Sapi Jatinom, Klaten, mulai menunjukkan tren positif.

Pasar hewan terbesar di Klaten tersebut justru semakin ramai diserbu pembeli. Termasuk para pemburu hewan kurban dari luar provinsi yang sengaja datang demi berburu sapi kualitas terbaik.

Salah satunya adalah Purnama, 45, perwakilan dari Masjid Al Huda, Villa Mutiara Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Festival Candi Kembar Bugisan Klaten: Wujud Syukur Hasil Bumi Sekaligus Merawat Embrio Kerukunan di Indonesia

Bersama timnya yang beranggotakan enam orang sengaja menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Jatinom hanya untuk berburu sapi kurban.

"Kami dari Cikarang. Ini sudah tahun keenam berturut-turut kami selalu cari sapi ke Pasar Jatinom. Kami sengaja hanya keliling dari pasar ke pasar, tidak ke kandang-kandang. Kebetulan ada saudara juga di sini," ujar Purnama saat ditemui radarsolo.jawapos.com di sela-sela memantau sapi di Pasar Hewan Jatinom, Minggu (24/5/2026)

Untuk tahun ini, Masjid Al Huda menargetkan bisa membawa pulang 9 ekor sapi dalam waktu dua hari perburuan di wilayah Klaten.

Ada pun rutenya Pasar Jatinom dan dilanjutkan ke Prambanan. Sapi yang dicarinya di kisaran harga sekitar Rp 27 juta per ekor, menyesuaikan anggaran dari para jemaah.

Purnama mengakui bahwa harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu, yakni berkisar antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per ekor.

Kendati demikian, pihaknya memaklumi kondisi tersebut karena sudah diprediksi sebelumnya melalui program Tabungan Kurban (Takur) di masjidnya.

Baca Juga: Klasemen Akhir Liga 1 2025/2026: Persib Bandung Juara, Tiga Tim Termasuk Persis Solo Dipastikan Terdegradasi ‎

"Harganya tahun ini naik sekitar Rp 2 jutaan dari tahun kemarin. Tapi kami memaklumi situasi dan kondisi saat ini. Di masjid kami kan ada program Takur, jadi begitu kurban tahun lalu selesai, jemaah langsung menabung lagi untuk tahun ini. Karena sudah kami prediksikan akan ada kenaikan, budget-nya langsung kami naikkan," jelasnya.

Ketika ditanya alasan mengapa konsisten memilih Pasar Jatinom selama enam tahun terakhir, Purnama menegaskan kualitas sapi di wilayah ini sangat berbeda dan jauh lebih unggul dibandingkan daerah lain.

"Kualitas sapinya sangat berbeda, jauh lebih bagus di sini. Baik dari segi harga maupun hasil dagingnya nanti, kami sangat puas. Makanya kami selalu nyari ke sini," tambahnya.

Tren positif pasar menjelang Idul Adha ini juga diamini oleh salah seorang pedagang sapi muda asal Kecamatan Tulung, Klaten, Rais Surya Setiyono, 25.

Rais mengungkapkan, pola pembelian sohibul kurban tahun ini agak berbeda karena cenderung mepet atau mendekati hari H.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Bakal Manfaatkan Lahan 5,6 Hektare Milik Pemkab di Gergunung Klaten

"Untuk minat pembelian sebenarnya sudah mulai ramai. Kemarin sempat agak lambat karena sohibul kurban sekarang nyarinya mepet-mepet mendekati kurban. Sepertinya mereka tidak mau menanggung risiko di kandang sendiri, terutama terkait ketakutan akan penyakit hewan," ungkap Rais yang sudah menggeluti bisnis tersebut sejak 2019 bersama kakaknya.

Terkait harga, Rais membenarkan adanya kenaikan sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, fenomena itu dipicu oleh dua faktor utama, yakni tingginya harga pakan ternak saat ini serta berkurangnya populasi sapi akibat hantaman badai penyakit pada tahun lalu.

Di lapaknya, untuk kelas sapi kurban yang paling laris manis diburu berada di kisaran harga Rp 23 juta-Rp 25 juta.

Biasanya cocok bagi mereka yang patungan maupun iuran jemaah berkisar Rp 3,5 jutaan per orang.

Namun, ia juga menyediakan sapi kelas premium berbobot jumbo.

"Paling ramai dicari yang harga Rp 23 juta-Rp 25 juta. Tapi kalau untuk yang tertinggi, saya juga ada yang harganya di atas Rp 90 juta, itu untuk sapi peliharaan berbobot mendekati 1 ton," ucapnya

Secara umum, geliat perdagangan sapi di pasar lokal Klaten menuju pasar luar daerah dinilai sangat menjanjikan.

Rais membeberkan, jika pada musim kurban tahun lalu ia bersama kakaknya berhasil mengirimkan hampir 500 ekor sapi ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Sedangkan tahun ini angka tersebut diprediksi akan terlampaui.

"Untuk tahun ini prosesnya belum selesai, tapi pesanan yang masuk sudah 400 ekor lebih. Insyaallah, tahun ini bisa tembus lebih dari 500 ekor. Kirimnya rata-rata ke Bandung, Depok, Jawa Barat, dan Jakarta," pungkas Rais.(ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pasar sapi jatinom klaten #harga hewan kurban di klaten #pembeli luar daerah #idul adha