Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Data MLKI Klaten: Tercatat 12 Kelompok dan 761 Warga Penghayat Kepercayaan Aktif

Angga Purenda • Rabu, 27 Mei 2026 | 11:59 WIB
Kegiatan sarasehan bagi warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Selasa (26/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kegiatan sarasehan bagi warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Selasa (26/5/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten menyelenggarakan forum dialog berupa sarasehan bersama warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Selasa (26/5/2026).

Agenda sarasehan ini difungsikan sebagai ruang komunikasi dua arah sekaligus representasi kehadiran pemerintah daerah dalam memfasilitasi serta menjamin hak-hak sipil warga penghayat.

Baca Juga: Terus Diperangi! Polres Klaten Musnahkan Barang Bukti 6.816 Botol Miras dan 315 Knalpot Brong

Forum ini diharapkan dapat menstimulus ruang diskusi yang sehat mengenai dinamika perkembangan internal masing-masing organisasi.

Kabid Kebudayaan Disbudporapar Klaten Tri Indarti menjelaskan, esensi utama dari penyelenggaraan sarasehan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan serta kohesi sosial antar-organisasi kepercayaan di Klaten yang jumlahnya mencapai belasan kelompok.

"Intinya ya biar kita tetap berdampingan baik dengan penghayat dan juga mungkin dengan agama lainnya. Kami memfasilitasi kegiatan ini agar para penghayat tetap merasa dianggap, dihargai dan dihormati serta bisa bersama-sama dengan yang lain," kata Tri Indarti ditemui di lokasi acara.

Tri menjabarkan, berdasarkan pemetaan instansi, terdapat sekitar 13 organisasi kepercayaan yang tumbuh di wilayah Klaten.

Program sarasehan ini sendiri telah berjalan secara konsisten sebagai agenda rutin tahunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sebagai bagian dari instrumen Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), Disbudporapar Klaten juga telah merancang sejumlah fasilitasi kegiatan kebudayaan sekunder pada periode mendatang.

Baca Juga: Ferrari Luce Resmi Meluncur, Mobil Listrik EV Pertama Ferrari Jadi Era Baru Maranello

"Bahkan nanti kita juga memfasilitasi kegiatan Umbul Dongo di daerah Wedi yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang," tambah Tri.

Pihak dinas mengakui bahwa penghitungan jumlah riil warga penghayat secara individu per kepala (by name by address) masih dinamis di lapangan, sehingga sensus mendetail masih terus diperbarui. Di samping itu, tantangan riil yang dihadapi oleh internal organisasi saat ini adalah lambatnya laju regenerasi di tubuh kepengurusan.

Di sisi lain, Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Klaten, Suyanto, mengapresiasi konsistensi pemda yang secara berkala memberikan ruang ruang inklusif bagi kelompok penghayat.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 27 Mei 2026: Dibuka Melemah ke Level Rp17.812 per Dolar AS

"Satu, kami merasa senang dan dihargai. Lebih tingginya lagi merasa dihormati. Kita sebagai orang Jawa, mendapat penghormatan dan penghargaan dari pihak lain. Apalagi yang grade-nya di atas kita (pemerintah), tentu sangat berterima kasih," ujar Suyanto.

Pria berusia 70 tahun tersebut mengenang bahwa jalinan kemitraan antara komunitas penghayat dengan Pemkab Klaten telah mengakar kuat sejak masa lalu, di mana dahulu wadah kolektif tersebut masih memakai nomenklatur Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

"Dulu bahkan sudah berjalan rutin, bukan hanya Disbudporapar. Instansi lain seperti Badan Kesbangpol, Kejaksaan Negeri, TNI, dan Polri juga rutin mengadakan pertemuan sejenis setahun sekali," kata Suyanto.

Baca Juga: Siapa Woodyrman? Selebgram Viral yang Aniaya WNA Brunei di Blok M Hingga Tewas

Berdasarkan tinjauan data konvensional milik MLKI Kabupaten Klaten, entitas organisasi kepercayaan yang aktif saat ini tercatat sebanyak 12 kelompok, dengan akumulasi kuantitas anggota penghayat mencapai 761 orang.

MLKI berharap seluruh anggota dapat bersikap kooperatif dalam menjaga pilar stabilitas daerah. "Harapan kami, warga penghayat harus konsekuen melestarikan budaya dan menjaga kearifan lokal. Bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan sesamanya. Yang lebih penting lagi adalah menjaga kerukunan antarumat serta tetap taat hukum," pungkas Suyanto. (ren)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#forum dialog #sarasehan #penghayat kepercayaan #Disbudporapar Klaten