Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bupati Hamenang Ajak Anak Muda Klaten di Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila

Angga Purenda • Senin, 1 Juni 2026 | 12:52 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pimpin upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Pendapa Pemkab Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pimpin upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Pendapa Pemkab Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Senin (1/6/2026).

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didaulat sebagai Inspektur Upacara, 

Upacara diikuti jajaran Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri. Termasuk perwakilan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Klaten.

Seluruh peserta upacara mengenakan baju adat Jawa.

Baca Juga: Pengurus IESPA Klaten Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlet Esports Profesional dan Targetkan Emas di Forda

Upacara terlihat sangat khidmat mulai pengibaran sang saka merah putih, pembacaan teks Pancasila dan pembacaan pembukaan UUD 1945.

Pada kesempatan itu Bupati Hamenang membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Yudian Wahyudi.

Hamenang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dimaknai untuk menguatkan kembali komitmen bangsa terhadap ideologi negara.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh terjebak sebagai ritual seremonial belaka.

"Pancasila tidak hanya sekadar teks yang selalu dibacakan di setiap upacara. Tapi bagaimana Pancasila ini kita resapi satu per satu silanya, kita resapi maknanya. Kemudian bersama-sama kita amalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Hamenang usai upacara.

Baca Juga: Ingatkan Peristiwa Glamping Temanggung, Polres Boyolali Perketat Pengawasan Aturan Pendakian

Jika ideologi tersebut dijalankan bersama, lanjut bupati, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara yang damai tanpa permusuhan antarsuku, ras, dan agama.

Melainkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong dan musyawarah.

Secara khusus, Bupati Hamenang memberikan sorotan kepada generasi muda yang hidup di tengah masifnya gempuran media sosial dan keterbukaan informasi.

Ia berpesan agar kemajuan teknologi tidak membuat anak muda kehilangan jati diri dan melupakan nilai luhur Pancasila.

Anak muda Klaten diminta untuk tidak menjauh dari agama. Tetapi justru dijadikan sebagai pondasi utama kehidupan.

Baca Juga: Daftar Drakor Terbaru Tayang Juni 2026, Ada Doctor on the Edge hingga Agent Kim Reactivated

Terlebih lagi setiap ada permasalahan di tengah masyarakat harus diselesaikan dengan duduk bersama secara musyawarah seperti diamanatkan pada Pancasila.

“Jangan sampai terlena dengan dunia maya hingga melupakan semangat kebersamaan, kepedulian sosial dan persatuan. Aktif dalam kegiatan positif, mengenali potensi diri dan memperluas jejaring,” ucapnya.

Hamenang mengingatkan di era serba modern, jangan sampai terdistruksi oleh informasi negatif. Sebaliknya, perkembangan tersebut harus memicu semangat anak muda untuk membawa bangsa menjadi Indonesia Emas 2045. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#upacara hari lahir pancasila di klaten #nilai-nilai pancasila #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo