RADARSOLO.COM - Pemprov Jateng menetapkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai dua roda penggerak baru untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada 2027.
Langkah strategis ini digodok secara matang dalam forum sinkronisasi arah pembangunan antarwilayah bertajuk "Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Solo Raya" yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Boyolali pada Selasa (2/6/2026).
Menanggapi cetak biru pembangunan provinsi tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan komitmen penuh dan kesiapan Kabupaten Klaten dalam mendukung akselerasi sektor pariwisata.
Baca Juga: Polres Sragen Terjunkan 208 Personel Bhabinkamtibmas Tracing TBC
Sebagai pilar utama pemulihan dan penggerak ekonomi daerah. Komitmen ini didasarkan pada performa riil sektor pariwisata Klaten yang terus menunjukkan tren positif.
Dalam forum tersebut, Hamenang memaparkan fakta membanggakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klaten saat ini telah berhasil menembus papan atas. Tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di tingkat provinsi.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klaten mencapai 7,5 juta orang pada tahun 2025. Selama periode libur Lebaran 2026, Klaten mencatatkan 555.460 kunjungan dan menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah
“Klaten saat ini berada di peringkat kedua jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Tahun 2026 kami juga telah menyusun kalender event wisata sebagai upaya memperkuat daya tarik destinasi,” ungkap Hamenang.
Hamenang menguraikan bahwa tulang punggung sekaligus kekuatan utama dari pariwisata di wilayahnya terletak pada keberadaan desa wisata yang terus bertumbuh secara mandiri. Dinilai memiliki keunikan karakter dan potensi lokal yang kuat sehingga mulai memikat perhatian para pelancong internasional.
“Kami mulai dilirik wisatawan dari berbagai negara. Salah satu kekuatan terbesar Klaten ada pada desa-desa wisata yang memiliki karakter dan potensi unik,” imbuhnya dengan optimistis.
Selain mengandalkan desa wisata, candi dan wisata mata air yang selama ini telah melegenda menjadi ikon daerah. Pemkab Klaten juga tengah membidik pengembangan potensi baru melalui skema kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satu proyek strategis yang diusulkan adalah pengembangan kawasan geopark.
Kabupaten Klaten diketahui memiliki kekayaan geologis berupa kawasan bebatuan purba dengan nilai ilmiah dan edukasi yang tinggi. Jika dikembangkan dengan optimal, objek ini diproyeksikan mampu menjadi destinasi wisata baru yang eksotis sekaligus melengkapi portofolio warisan budaya dan alam Klaten.
Tidak berhenti di situ, inovasi pariwisata Klaten juga merambah ke sektor olahraga melalui rencana penguatan sport tourism. Pemerintah daerah berencana membangun dan mengembangkan kawasan sport center terpadu.
Baca Juga: Ingin Kerja Migran Secara Legal, Disperinaker Sukoharjo Buka Layanan Konsultasi
Langkah berani ini didukung penuh oleh posisi geografis Klaten yang sangat strategis. Dikarenakan dilalui oleh Jalan Tol Solo-Jogja dengan ketersediaan tiga exit tol di wilayah Klaten. Ditambah akses yang mudah untuk menuju bandara internasional hingga terhubung dengan KRL yang berhentik di lima stasiun di Klaten.
“Pariwisata berkelanjutan serta ekonomi syariah ini diharapkan tidak hanya menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi. Melainkan juga mampu mendongkrak daya saing daerah di kancah nasional hingga internasional,” ujarnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono