Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sempat Dikabarkan Hilang, Lansia Asal Pedan, Klaten Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Dengkeng Karangdowo

Angga Purenda • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:25 WIB

Proses evakuasi terhadap jasad korban di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babdan, Kecamatan Karangdowo, Klaten (Dokumentasi Polres Klaten)
Proses evakuasi terhadap jasad korban di aliran Sungai Dengkeng, Desa Babdan, Kecamatan Karangdowo, Klaten (Dokumentasi Polres Klaten)

RADARSOLO.COM- Warga di sekitar aliran Sungai Dengkeng, Dusun Kenteng, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten digegerkan dengan penemuan sesosok mayat lansia pada Minggu (7/6/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Prapto Mulyono Sukono,80, seorang buruh harian lepas asal Dusun Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan. Ia sempat dikabarkan hilang sejak beberapa hari lalu.

Informasi yang dihimpun oleh radarsolo.com dari kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan pada Minggu (7/6/2026) sekira pukul 00.30 WIB oleh tiga orang warga yang tengah mencari ikan menggunakan perahu di aliran sungai tersebut.

Mereka yang menjadi saksi dalam penemuan jasad itu adalah Feri Ananda, 22 dan Triyono, 50, warga Desa Sentono, Karangdowo serta Joko Mulyanto, 37 warga Desa Gondangsari, Juwiring.

Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan, kronologi penemuan bermula saat salah satu saksi, Feri, melihat ada benda mencurigakan yang tersangkut di ranting pohon bambu di pinggir sungai.

"Saksi melihat benda yang menyerupai tubuh manusia. Karena kondisi gelap, saksi kemudian memberitahu dua rekannya untuk mengecek bersama-sama guna memastikan apakah benda tersebut mayat manusia atau sekadar boneka sawah," ujar AKP Suwoto, Minggu (7/6/2026).

Setelah didekati dan dipastikan bahwa benda tersebut adalah jenazah manusia, ketiga saksi segera menepi.

Mereka langsung menghubungi Mapolsek Karangdowo dan relawan setempat untuk meminta bantuan evakuasi.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Karangdowo bersama tim relawan langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

Mengingat adanya laporan orang hilang di wilayah tetangga, Polsek Karangdowo segera berkoordinasi dengan Polsek Pedan untuk menghubungi pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

"Pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi kejadian. Setelah melihat ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan korban sehari-hari, pihak keluarga memastikan dan meyakini bahwa jenazah tersebut adalah benar anggota keluarga mereka yang pergi dari rumah sejak beberapa hari lalu," tambah Suwoto.

Petugas medis dari Puskesmas Karangdowo yang dipimpin oleh dr. Fitriah Siti Aisyah langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekira empat hari sebelum ditemukan.

Tim medis menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang diduga kambuh saat berada di dekat sungai.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Dusun Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan untuk proses pemakaman. (ren)

Editor : Nur Pramudito
#meninggal dunia #klaten #lansia