RADARSOLO.COM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menyelenggarakan acara dialog interaktif bertajuk "Ngobrol Inspiratif: Anak Muda Bagian dari Solusi Negeri".
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) di Pendapa Pemkab Klaten itu sebagai wadah diskusi untuk memberikan kontribusi nyata dan solusi strategis bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Acara tersebut dikemas dalam diskusi panel dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting lintas sektor.
Antara lain Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi, Kepala Kejari Klaten M. Aria Rosyid, Pemerhati Pembangunan Jawa Tengah Zulkifli serta Local Hero Klaten Fikky Arif Ardianto.
Acara tersebut mengupas tuntas peran strategis pemuda dari kacamata kebijakan pemerintah daerah, penegakan hukum, pembangunan wilayah hingga aksi nyata dari para penggerak lokal.
Melalui forum edukatif ini, Kejari Klaten berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi motor penggerak yang mempertemukan gagasan segar langsung dengan pembuat kebijakan.
Dalam sambutannya, Kepala Kejari Klaten M. Aria Rosyid menekankan pentingnya peran mahasiswa, mahasiswi, dan taruna sebagai agen perubahan sekaligus penerus bangsa.
Aria menjabarkan bahwa Kejari Klaten terus melaksanakan tupoksinya di bidang pembinaan, tindak pidana umum, tindak pidana khusus, perdata dan tata usaha negara (Datun) hingga intelijen dan pengelolaan barang bukti.
"Kami di Kejaksaan juga mempunyai peran untuk membantu pemerintah daerah setempat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berkaitan dengan optimalisasi pajak, air bersih, dan sektor lainnya. Kami juga memberikan pendampingan hukum kepada BUMN dan BUMD," ujar Aria.
Aria secara khusus berpesan kepada generasi muda untuk memegang prinsip "Kenali Hukum, Jauhi Hukuman". Hal ini menjadi hal penting, mengingat masih maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Klaten.
"Kami berharap adik-adik pemuda bisa memberikan sumbangsih positif. Menggunakan atau mengedarkan narkoba itu melanggar hukum. Jika sudah terkena pidana, yang malu bukan hanya diri sendiri, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar," tegas Aria.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Kajari juga mengajak pemuda untuk berperan aktif mengawasi dan mencegah potensi konflik. Demi menjaga kondusivitas serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klaten.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi kolaborasi bersama Gerakan Solusi Indonesia yang berhasil mempertemukan jajaran Forkopimda dengan para pemuda hebat Klaten.
Menurut Hamenang, tantangan zaman menuntut kreativitas tingkat tinggi. Jika dulu Klaten sangat bertumpu pada sektor pertanian dengan beras Rojolele, kini Pemkab Klaten tengah gencar menggenjot sektor pariwisata yang mulai diminati di tingkat nasional dan internasional.
Hamenang mengingatkan bahwa usia sekolah dan kuliah adalah masa keemasan yang memiliki privilege besar untuk mencoba hal-hal baru tanpa perlu takut gagal. Namun, ia menyayangkan kemudahan teknologi saat ini kerap membuat anak muda terjebak dalam disinformasi.
"Seringkali kita gagal fokus dalam memahami realitas karena hanya melihat dari satu sudut pandang di media sosial. Akhirnya muncul generalisasi dan sentimen negatif kepada pemerintah. Ini berbahaya. Jika gap antara pemerintah dengan generasi muda semakin jauh, maka pengembangan wilayah akan semakin susah," urai Hamenang.
Untuk memangkas jarak tersebut, Pemkab Klaten telah menyediakan berbagai kanal keterbukaan informasi dan fasilitas publik.
Seperti SIKENDI yang merupakan website yang menyediakan informasi ketenagakerjaan dan pelatihan wirausaha.
Layanan pengaduan dan aspirasi melalui Lapor Mas Bup yang berbasis WhatsApp dan terkoneksi langsung dengan seluruh dinasi dan kepala bagian.
Baca Juga: Ribuan Pesilat PSHT Sragen Sedekah Alam di Kali Mungkung
Selain itu, anak muda bisa memanfaatkan forum formal seperti Musrenbang dalam menentukan kebijakan daerah.
"Untuk anak-anak muda, jangan mau hanya sekadar menjadi pengikut. Kalian harus punya prinsip dan wawasan luas. Kalian harus mampu menentukan arah masa depan sendiri," ujar Hamenang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono