RADARSOLO.COM– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten resmi membuka program Pelatihan Potong Rambut (Barbershop).
Pelatihan tersebut diikuti oleh 48 peserta pilihan yang seluruhnya berasal dari klaster asnaf fakir miskin di berbagai wilayah di Klaten.
Langkah itu diambil sebagai upaya nyata untuk membekali masyarakat dengan keterampilan produktif.
Demi meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru di Kabupaten Klaten.
Baca Juga: Hilang saat Berburu Biawak, Pelajar asal Solo Ditemukan Linglung di Jaten Karanganyar
Pembukaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Baznas Kabupaten Klaten pada Senin (15/6/2026).
Dalam menyelenggarakan program tersebut, Baznas Kabupaten Klaten menggandeng lembaga profesional Ataz Barberschool.
Ketua Tim Pelaksana Program Rantiman menjelaskan pelatihan tersebut dirancang sebagai bagian dari program kerja Perekonomian Produktif Baznas Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2026. Berlangsung dalam jangka panjang, mulai dari 15 Juni-7 November 2026.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi amal kebaikan yang diridai Allah SWT dan menjadi salah satu wujud kepedulian Baznas dalam memberikan pembekalan keterampilan potong rambut kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Rantiman.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh. Menjadikan pelatihan tersebut dapat terealisasi dengan baik.
“Kami berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi stimulan bagi para peserta untuk keluar dari garis kemiskinan,” tambahnya.
Rantiman menjelaskan, pelatihan potong rambut tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Klaten pada setiap tahun anggaran.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari Pemerintah Daerah. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Klaten.
“Kami berterima kasih karena hari ini 48 warga masyarakat Klaten mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan barbershop. Semoga keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucap Bupati Hamenang.
Di sisi lain, Hamenang menilai bahwa Baznas Klaten konsisten dalam membangun sinergi kuat bersama pemerintah untuk menghadirkan program-program sosial-ekonomi yang menyentuh akar rumput.
“Telah bersinergi dengan baik bersama Pemkab Klaten dan menghadirkan banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat. Mulai dari program sosial, bantuan pernikahan, khitan, hingga berbagai pelatihan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Hamenang.
Lebih lanjut, Hamenang menegaskan bahwa keberadaan Baznas memegang peranan penting dan strategis sebagai mitra penyeimbang pemerintah daerah. Khususnya dalam menjangkau dan membantu kelompok masyarakat yang belum terakomodasi oleh skema APBD.
“Ibaratnya Baznas ini adalah tangan kiri pemerintah daerah, sedangkan tangan kanan kita adalah APBD. Ketika ada kebutuhan masyarakat yang belum dapat disentuh melalui APBD, maka Baznas dapat hadir memberikan solusi dan bantuan,” jelasnya.
Baca Juga: Cukup Menanam Dua Bulan Saja, BUMDes di Nguter Sukoharjo Sudah Panen Melon Sweet Lavender
Hamenang juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengimbau dan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), para pelaku usaha serta elemen masyarakat Klaten yang telah memenuhi syarat wajib zakat, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka secara resmi melalui Baznas Klaten.
“Dengan semakin banyak zakat yang terhimpun, maka program-program produktif akan semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ucap Hamenang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono