Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Bupati Klaten Ajak Kepala OPD Naik Bus Sekolah dan Mobil Satpol PP ke Lokasi Sambung Rasa demi Hemat Anggaran

Angga Purenda • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:28 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama kepala OPD menuju lokasi kegiatan Sambung Rasa di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara menggunakan mobil patroli Satpol PP, Rabu (17/6/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama kepala OPD menuju lokasi kegiatan Sambung Rasa di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara menggunakan mobil patroli Satpol PP, Rabu (17/6/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten melakukan penghematan anggaran daerah di tengah melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.

Itu diwujudkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat melakukan kunjungan kerja.

Alih-alih menggunakan iring-iringan mobil dinas pribadi yang panjang, Bupati Hamenang memilih mengemudikan sendiri mobil operasional milik Satpol PP dan Damkar Klaten yang ditumpangi para Kepala OPD menuju lokasi program Sambung Rasa di Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Tunjang Akses Asrama Atlet NPC, DPUPR Karanganyar Usulkan Tiga Jalur Alternatif ke Pusat

Setidaknya ada dua unit mobil operasional milik Satpol PP dan Damkar Klaten yang ditumpangi kepala OPD secara bersama-sama.

Ditambah satu unit bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang juga digunakan oleh rombongan Kepala OPD.

Jarak dari Kantor Bupati Klaten menuju lokasi Sambung Rasa di Desa Jebugan sebenarnya terhitung dekat.

Yakni menempuh jarak sekitar 3,6 kilometer (Km) dengan waktu tempuh sekira 9 menit.

Namun, momentum ini sengaja dimanfaatkan sebagai percontohan gerakan efisiensi.

Bupati Hamenang mengungkapkan, langkah meringkas kendaraan operasional ini sebagai langkah strategis merespons lonjakan harga BBM nonsubsidi.

Baca Juga: Rismon Datangi Rumah Jokowi, Bawa Buku Autentikasi Ijazah 800 Halaman

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bukan sekadar memberikan imbauan dalam menghemat energi.

"Mumpung ini (lokasinya) dekat, jadi kita kan memang spiritnya efisiensi, tidak banyak mobil yang digunakan. Tadi kami ringkas, saya bersama rekan-rekan kepala OPD pakai beberapa mobil,” ujar Hamenang.

Hamenang menegaskan, pola pembatasan mobil dinas dalam kegiatan lapangan ini akan terus berlanjut ke depan.

Para kepala OPD akan dibiasakan untuk naik bus sekolah atau berbagi kendaraan secara optimal demi memangkas biaya operasional BBM.

Baca Juga: SPMB 2026 Kabupaten Sragen Dimulai: TK-SD Wajib Luring, SMP Lewat Jalur Online

"Ini bukti pemerintah ngajari. Jangan cuma nanti ndak dikira jarkoni (iso ngajar (atau ujar) nanging ora iso nglakoni). Kita mulai mengajarkan ya ketika kegiatan ramai-ramai, kita efisiensi anggaran dengan cara hemat BBM," imbuh Hamenang nya sembari berseloroh bahwa perjalanan bersama para kepala OPD ini rasanya seperti tamasya tipis-tipis.

Salah satu Kepala OPD yang ikut serta menaiki mobil Satpol PP dan Damkar Klaten yang dikendarai bupati yakni Inspektur Inspektorat Klaten Agus Suprapto.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, langkah yang diinisiasi oleh Bupati Hamenang merupakan tindak lanjut konkret dari arahan pemerintah pusat dan daerah terkait optimalisasi anggaran belanja daerah.

"Ini merupakan sebuah langkah tindak lanjut dalam rangka melaksanakan kegiatan efisiensi. Di antaranya adalah program kegiatan Sambung Rasa ini, Mas Bupati memerintahkan agar semua kepala OPD dalam rangka mendampingi beliau itu paling tidak menggunakan satu atau dua mobil, tidak menggunakan mobil sendiri-sendiri," jelas Agus.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melesat, Pembatasan Anggaran Perjalanan Dinas di Pemkab Wonogiri Makin Ketat

Agus berharap, penghematan dari sektor anggaran BBM operasional pejabat ini dapat dialokasikan kembali untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

"Harapannya ya dengan adanya efisiensi ini, anggaran dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#hemat bbm nonsubsidi #hemat anggaran #pemkab klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #mobil dinas