RADARSOLO.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemkab Klaten.
Sinergi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Klaten, Jumat (19/6/2026).
Acara itu dihadiri langsung oleh jajaran Anggot KPU RI Yulianto Sudrajat, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono serta jajaran jajaran Forkopimda Klaten.
Baca Juga: Resmi Berganti, Mantan Danyon 400/Bateng Raiders Letkol Inf Gunawan Nurbathin Jabat Dandim Boyolali
Ketua KPU Kabupaten Klaten Primus Supriono dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dan sinergi merupakan kata kunci yang sangat relevan untuk diwujudkan saat ini.
Menurutnya, KPU tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Bersinar.
Primus membeberkan sejumlah alasan utama mengapa nota kesepahaman tersebut dinilai sangat strategis.
Salah satunya kaitannya perubahan data pemilih di Klaten yang dinamis setiap triwulan.
Tentunya memerlukan kerja sama yang erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“KPU juga perlu menggandeng Dinas Sosial, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta ormas-ormas untuk menyasar kelompok khusus. Seperti pemilih pemula, perempuan, kelompok rentan dan penyadang disabilitas,” jelas Primus.
Baca Juga: Hebat! Siswa SMPN 21 Solo Kebangkan EWS Banjir Secara Otodidak, Sudah Dicoba Di Sungai Bengawan Solo
Di sisi lain, di era modern, mengumpulkan massa dalam jumlah besar di alun-alun untuk sosialisasi sudah tidak relevan. KPU Klaten berkomitmen memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan menggandeng diskominfo hingga perguruan tinggi.
“Kerja sama ini bertujuan mendongkrak keterlibatan warga, tidak hanya sebagai pemilih. Melainkan juga aktif sebagai penyelenggara pemilu demi mendongkrak kualitas demokrasi,” ujar Primus.
Apresiasi tinggi datang dari Anggota sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik KPU RI Yulianto Sudrajat. Ia memuji langkah cepat Pemkab Klaten di bawah kepemimpinan Bupati Klaten yang tanggap dalam menyongsong program nasional.
"Meskipun tidak ada tahapan pemilu atau pilkada yang berjalan dekat, KPU tetap harus memelihara data pemilih melalui pencocokan terbatas. Di sinilah dukungan Pemkab melalui penyediaan data Dukcapil menjadi sangat penting," jelas Yulianto.
Baca Juga: Hebat! Siswa SMPN 21 Solo Kebangkan EWS Banjir Secara Otodidak, Sudah Dicoba Di Sungai Bengawan Solo
Yulianto menambahkan, fokus KPU ke depan adalah membangun kesadaran agar masyarakat terlibat aktif. Tentunya kerja sama yang dibangun tidak hanya dengan pemkab saja, tetapi juga Kejaksaaan Negeri (Kejari) hingga kepolisian dengan harapan pelaksanaan pemilu dan pilkada semakin baik.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk memastikan iklim demokrasi di Kabupaten Klaten terus membaik.
“Harapannya kita dari awal sesudah MoU ini, kemudian nanti kita kolaborasi bersama agar kemudian ke depan masyarakat semakin memahami pentingnya berdemokrasi dan mengikuti pemilu. Dikarenakan hasil pemilu akan menentukan nasib masyarakat juga selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Seusai MoU tersebut, dirinya berharap KPU bisa bergerak menjalankan program kerjanya. Terlebih lagi diharapkan juga mampu meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada sehingga demokrasi di Klaten bisa berjalan dengan baik.(ren)
Editor : Admin