Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tanpa Pemberitahuan, Pemadaman Listrik di Pusat Kota Klaten Bikin Pelaku Usaha Khawatir

Angga Purenda • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:11 WIB
Suasana simpang tiga Ngingas, Klaten Utara saat dilanda pemadaman listrik yang membuat lampu lalu lintas tidak berfungsi, Sabtu (20/6/2026) malam.
Suasana simpang tiga Ngingas, Klaten Utara saat dilanda pemadaman listrik yang membuat lampu lalu lintas tidak berfungsi, Sabtu (20/6/2026) malam.

 RADARSOLO.COM — Gelombang pemadaman listrik secara bergilir yang melanda Pulau Jawa mulai memicu kekhawatiran besar bagi para pelaku usaha di Kabupaten Klaten.

Puncaknya terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam, saat kawasan pusat Kota Klaten mendadak dilanda gelap gulita akibat pemadaman tanpa pemberitahuan.

Baca Juga: Produsen MinyaKita Bau Minyak Tanah di Kismantoro Wonogiri Klaim Produk Bermasalah Tak Beredar di Pasaran

Pantauan radarsolo.jawapos.com, pemadaman tersebut membuat aktivitas pertokoan, kuliner dan tempat usaha di sepanjang koridor utama Jalan Veteran-Jalan Pemuda Klaten terpaksa beroperasi di tengah kegelapan.

Begitu juga pusat kuliner di Jalan Bhali, Klaten Tengah juga ikut terdampak.

Termasuk simpang tiga Ngingas, Klaten Utara yang terdampak pemadaman listrik membuat lampu lalu lintas tidak berfungsi.

Hal itu membuat kendaraan dari arah Jalan Veteran dan Jalan Ronggowarsito harus bergantian untuk melintas tanpa ada petugas yang mengatur.

Kondisi ini dikeluhkan oleh Raras Ciptaning Tyas, 36, warga Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah.

Pemilik usaha suvenir ini mengaku wilayahnya sempat padam pada Sabtu (20/6/2026) petang mulai pukul 17.22-19.00.

"Baru sekali ini mati listrik setelah ada isu-isu pemadaman bergilir. Pemadaman sekitar 1,5 jam,” ujar Raras.

Baca Juga: Gandeng Banyak Pihak, Pemkab Tancap Gas Tangani RTLH di Wonogiri

Dirinya khawatir jika pemadaman listrik akan sering terjadi bisa mengganggu proses produksinya.

Mengingat hampir seluruh pekerjaannya menggunakan alat membutuhkan listrik.

“Hampir semua kerjaan pakai alat yang butuh listrik, mulai dari desain pakai laptop dan wifi. Termasuk bikin konten yang butuh lighting, sampai bikin craft yang harus pakai lem tembak," ujar Raras.

Ia juga menyayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait pemadaman listrik.

Baca Juga: ONIC dan EVOS Hadir di Solo, Ini Kejutan Besar Kapolda Jateng Cup 2026

“Setidaknya ada pemberitahuan, biar kami juga bisa siap-siap ketika hendak pemadaman listrik. Tolong juga meminimalisir pemadaman listrik, terutama di jam produktif,” tambah Raras.

Senada dengan Raras, Diana Kristiawati, 62, warga Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah yang membuka usaha bengkel motor, merasakan dampak serupa.

Meski durasi pemadaman di areanya tidak sampai satu jam, tetapi khawatir jika sering terjadi bisa mengganggu roda usahanya.

"Wah, ya sangat amat mengganggu. Kalau cuma toko kelontong mungkin masih mending, tapi ini bengkel. Untuk di sini ada mesin bubut, kompresor, alat buat pasang ban, sampai komputer,” ujar Diana.

Ia berharap agar PLN melakukan pemberitahuan terlebih dahulu jika hendak ada pemadaman listrik sehingga bisa meminimalisir dampak pada usaha bengkel motornya.

“Tapi ya jangan lama-lama dan jangan terlalu sering," tambah Diana.

Baca Juga: Demam Piala Dunia Menyebar ke Solo, Kampung Piala Dunia Diserbu Warga

Pelaku usaha di Klaten kini hanya bisa berharap komitmen PLN untuk melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh dapat segera terealisasi.

Mengingat listrik telah menjadi urat nadi utama penggerak ekonomi daerah.

Merespons keresahan warga dan pelaku usaha, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas daerah dan berkomunikasi langsung dengan manajemen PLN setempat.

"Kami berkoordinasi dengan beberapa Bupati dan Wali Kota, ternyata memang kondisi ini terjadi di seluruh wilayah khususnya di Pulau Jawa. Jawaban dari PLN memang ada beberapa permasalahan teknis," ujar Bupati Hamenang.

Di sisi lain, Bupati Hamenang juga menyampaikan dan mempertanyakan ke PLN terkait seringnya pemadaman listrik tanpa ada pengumuman sebelumnya.

Dirinya berharap ada informasi yang disampaikan sehingga masyarakat bisa memitigasi dampaknya.

“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan PLN, karena ini kan perusahaan milik negara,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PT PLN (Persero) secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa pada Sabtu (20/6/2026)

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, ada dua faktor utama yang menjadi pemicu krisis pasokan listrik saat ini. Yakni terganggunya pasokan batu bara berkalori menengah (medium range coal) yang menjadi bahan bakar utama pembangkit.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama Start dari Baris Ketiga, Hakim Danish Rebut Posisi Kedua

Ditambah adanya kendala teknis operasional pada dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) skala besar milik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang selama ini menjadi mitra utama pasokan listrik PLN. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#mati lampu #listrik padam #klaten #umkm #pemadaman listrik