Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jadi Pioner, 6 Desa dan 2 Kelurahan di Klaten Utara Dicanangkan Sebagai Desa Bersih Narkoba

Angga Purenda • Minggu, 21 Juni 2026 | 11:22 WIB
Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) secara serentak se-Kecamatan Klaten Utara di aula kantor kecamatan setempat. (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) secara serentak se-Kecamatan Klaten Utara di aula kantor kecamatan setempat. (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM- Langkah konkret dalam memerangi peredaran gelap narkotika terus digalakkan di Kabupaten Klaten. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Klaten Utara, Jumat (19/6/2026), dilaksanakan Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) secara serentak se-Kecamatan Klaten Utara.

Acara itu dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Ketua BNN Surakarta, perwakilan Forkopimda Kabupaten Klaten, staf ahli bupati, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta jajaran Forkopimcam Klaten Utara.

Ketua Barisan Anti Narkoba Nasional (BANN) Klaten Joko Sutrisno menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya pencanangan tersebut.

Baca Juga: Ular Berbisa Makin Sering Masuk Rumah Warga Boyolali, Terutama di Kecamatan Ini

Ia menegaskan bahwa program Desa Bersinar merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat benteng pertahanan masyarakat dari bahaya narkoba.

“Semoga ke depan semakin banyak desa yang bisa kita canangkan. Sebelumnya kami sudah melaksanakan pencanangan di tingkat sekolah SMK, kali ini di tingkat desa. Selanjutnya akan dilaksanakan di tingkat kampus," ujar Joko.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar seremonial belaka. Melainkan wujud nyata komitmen bersama demi melindungi masa depan generasi muda.

Ia memuji Kecamatan Klaten Utara yang sukses menjadi pionir gerakan tersebut di tingkat kabupaten sebagai Desa Bersinar. Sedangkan di Klaten sendiri terdapat 26 kecamatan, 391 desa dan 10 kelurahan.

“Hari ini kita menjadi saksi sejarah bagaimana komitmen bersama diwujudkan oleh masyarakat Klaten Utara," ujar Hamenang.

Lebih lanjut, Bupati Hamenang menjelaskan bahwa keseriusan memberantas narkoba berkaitan erat dengan persiapan menyambut Indonesia Emas 2045. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan produktif menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga: Diancam El Nino Kategori Kuat, Pemkab Boyolali Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Saat ini, lebih dari 50 persen penduduk Kabupaten Klaten merupakan anak muda. Menurut Hamenang, mereka adalah aset sekaligus calon penerus pembangunan yang harus dibentengi agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran narkoba.

“Maka ini menjadi peran yang sangat strategis bagi seluruh stakeholder. Termasuk elemen masyarakat dari berbagai bidang untuk bersama-sama bergotong royong membersihkan wilayah kita dari narkoba, dimulai dari desa,” tambahnya.

Bupati Hamenang juga membuka data bahwa Kabupaten Klaten saat ini berada di peringkat ke-13 dalam hal peredaran narkoba di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi itu dinilai cukup memprihatinkan dan memerlukan penanganan serius lewat jalur preventif serta edukatif.

“Saya yakin yang hadir pada kesempatan ini (tokoh masyarakat) adalah sosok-sosok yang berpengaruh dan menjadi panutan di masyarakat. Karena itu kami memohon bantuan seluruh pihak untuk menjaga masyarakat dan anak-anak kita agar tidak terjerumus narkoba,” pungkasnya tegas. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#program desa bersinar #desa bersih narkoba #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #Klaten utara #kelurahan