Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sambung Rasa di Jatinom: Bupati Klaten Serap Aspirasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Randulanang

Angga Purenda • Senin, 22 Juni 2026 | 16:12 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerap aspirasi masyarakat di Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten lewat program Sambung Rasa, Senin (22/6/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerap aspirasi masyarakat di Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten lewat program Sambung Rasa, Senin (22/6/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambangi Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, dalam kegiatan Sambung Rasa di gedung serbaguna desa setempat, Senin (22/06/2026). 

Didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.

Kegiatan tersebut menjadi wadah komunikasi dua arah antara jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dengan tokoh masyarakat, serta warga setempat guna menyerap aspirasi pembangunan daerah secara langsung.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Bupati Klaten Ajak Kepala OPD Naik Bus Sekolah dan Mobil Satpol PP ke Lokasi Sambung Rasa demi Hemat Anggaran

Sambung Rasa juga menghadirkan berbagai program bantuan sosial yang bersumber dari Pemkab Klaten, Baznas Klaten, PDAM Tirta Merapi, PT BPR Bank Klaten (Perseroda) hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu, sejumlah unit mobil pelayanan keliling turut dikerahkan di lokasi acara untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Mulai dari perekaman KTP dan KK, cek kesehatan gratis, pengurusan perizinan hingga layanan dari DKUKMP dan Disperinaker.

Dalam sesi dialog, Penjabat (Pj) Kepala Desa Randulanang Madiyono menyampaikan aspirasi terkait pentingnya pembangunan akses penghubung antara Kecamatan Jatinom dengan Kecamatan Karangnongko.

Ia mengusulkan pembangunan jembatan atau cekdam yang dapat berfungsi ganda.

"Kedekatan wilayah antara Kecamatan Jatinom dan Karangnongko saat ini terputus karena belum adanya jembatan yang sempurna. Kami memohon, kiranya bisa dibantu pembangunan cekdam seperti di Manisrenggo. Bagian bawahnya menampung air, sementara bagian atasnya bisa menjadi jalan akses warga," ungkap Madiyono.

Baca Juga: Sambung Rasa di Desa Jebugan Klaten Utara: Bupati Hamenang Serap Aspirasi Soal Pertanian hingga Mobil Pelayanan Masyarakat

Aspirasi lain juga datang dari perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Randulanang yang menyoroti kondisi jalur penghubung Randulanang-Benteng yang mengalami kerusakan cukup parah dengan aspal yang mengelupas dan sudah berlubang.

Jalur tersebut sangat penting karena diproyeksikan sebagai pusat perekonomian baru desa. Menyusul telah dibangunnya sejumlah kios desa dan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menanggapi usulan terkait pembangunan cekdam, Bupati Hamenang menjelaskan bahwa proyek tersebut belum masuk dalam perencanaan daerah saat ini.

Ia pun mengarahkan agar pemerintah desa segera memasukkan usulan tersebut secara berjenjang melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Baca Juga: Gelar Sambung Rasa di Gantiwarno, Bupati Klaten Borong Sprei Jumputan Karya UMKM Lokal

"Silakan nanti diusulkan terlebih dahulu melalui Musrenbangdes, naik ke Musrenbangcam, hingga nanti dibahas di Musrenbangkab agar bisa masuk ke dalam sistem perencanaan daerah," tanggap Bupati.

Sementara itu terkait perbaikan jalan sepanjang Randulanang-Benteng, Bupati Hamenang memberikan kepastian bahwa perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 2 Km tersebut akan direalisasikan secara maksimal pada tahun anggaran 2027 dengan metode cor beton.

"Tadinya direncanakan aspal tahun ini, tetapi kalau hanya aspal pasti akan cepat rusak lagi karena kendaraan yang lewat di sini cukup padat. Maka, kita matangkan perencanaannya tahun ini dan insyaallah tahun 2027 akan kita bangun dengan cor beton agar lebih awet," jelas Hamenang.

Bupati meminta masyarakat untuk bersabar menanti proses penganggaran sesuai regulasi yang berlaku.

"Uang yang digunakan adalah uang daerah, bukan uang pribadi, jadi prosesnya tidak bisa hari ini diminta besok langsung cair. Ada keterbatasan fiskal yang membuat kita harus menyelesaikannya satu per satu secara bertahap. Perencanaannya dilakukan tahun ini untuk pengerjaan tahun depan," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Klaten Serap Aspirasi Masyarakat, Program Sambung Rasa Perdana Digelar di Pesu Wedi

Di akhir dialog, Bupati juga menitipkan pesan edukasi kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat agar nantinya ikut menjaga kualitas jalan tersebut.

Salah satunya dengan membatasi agar truk bermuatan melebihi tonase seperti truk tronton tidak melintasi jalan kabupaten tersebut agar struktur beton tidak cepat rusak kembali. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#insfrastruktur jalan #sambung rasa #jembatan #pemkab klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo