Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kelenteng Zhong He Miao Diresmikan, Klaten Punya Enam Rumah Ibadah Berdiri Berdampingan di Kompleks Grha Bung Karno

Angga Purenda • Senin, 22 Juni 2026 | 18:04 WIB
Peresmian Kelenteng Zhong He Miao di Kompleks Grha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Minggu (21/6/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Peresmian Kelenteng Zhong He Miao di Kompleks Grha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Minggu (21/6/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meresmikan Rumah Ibadah Agama Khonghucu yakni Kelenteng Zhong He Miao yang berlokasi di Kawasan Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama, Kompleks Grha Bung Karno (GBK), Klaten, pada Minggu (21/06/2026).

Peresmian ini menegaskan komitmen Pemkab Klaten dalam mewujudkan daerah yang inklusif, harmonis dan ramah bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menyatakan rasa bahagia sekaligus bangganya atas peresmian rumah ibadah tersebut.

Baca Juga: Dua Kecamatan Potensial di Karanganyar Ini Jadi Lokasi KKN 57 Mahasiswa UGM

Kehadiran Kelenteng Zhong He Miao menjadi wujud nyata dari cita-cita bersama untuk menjadikan Klaten sebagai rumah yang nyaman bagi semua orang.

Alhamdulillah, apa yang menjadi kesepakatan dan cita-cita kami bersama akhirnya satu per satu dapat terwujud. Kami ingin Kabupaten Klaten menjadi kabupaten yang inklusif, yang bisa ditinggali oleh seluruh umat manusia lintas agama, lintas iman, lintas ras, dan lintas suku,” tutur Hamenang.

Bupati menjelaskan, kawasan tersebut ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan.

Tetapi juga dikembangkan sebagai pusat edukasi kerukunan umat beragama bagi masyarakat umum maupun pelajar.

Langkah itu terealisasi berkat sinergi yang kuat dengan berbagai pihak. Termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten.

“Kompleks GBK tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya rumah-rumah ibadah dari berbagai agama, tetapi juga akan kami kembangkan sebagai pusat edukasi kerukunan umat beragama. Kami ingin nilai-nilai toleransi dan kebersamaan terus tumbuh dan menjadi budaya masyarakat Klaten,” tambahnya.

Baca Juga: Soroti PAD 2025 Tak Capai Target, Ini Rekomendasi DPRD ke Pemkab Klaten

Apresiasi mendalam datang dari Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Budi Santoso Tanuwibowo.

Ia menyebut Klaten kini memiliki keistimewaan tersendiri di Indonesia.

"Klaten kini telah mempunyai rumah ibadah yang lengkap untuk enam agama resmi. Untuk di Jawa Tengah, konsep seperti ini hanya ada di Klaten dan di Solo. Sedangkan di provinsi lain hanya ada di beberapa tempat seperti Jogja, Karawang, Palembang, Bali, dan Surabaya,” ucapnya.

Ditambahkan Budi, pemilihan lokasi kelenteng di kompleks Grha Bung Karno sangatlah tepat secara historis dan ideologis. 

Baca Juga: Championship Round PFL 2 2025/2026 di Sukoharjo Resmi Berakhir, Proton FC dan Hampton FC Lolos ke Babak Final

Mengingat Bung Karno sebagai proklamator bangsa adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi persatuan, menghormati kebhinekaan dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mudah-mudahan dari Klaten ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pemerintahan kabupaten/kota di Indonesia untuk mengikuti jejak yang sangat luar biasa ini," ungkap Budi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menyatakan rasa bangganya atas langkah dari jajaran Pemkab Klaten.

Menurutnya, penyediaan fasilitas rumah ibadah oleh pemerintah ini merupakan implementasi nyata dari amanat undang-undang.

"Kami atas nama FKUB senang dan bangga. Ini betul-betul wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah untuk menyiapkan rumah-rumah ibadah bagi umat beragama. Sesuai aturan yang ada, ketika umat belum bisa mendirikannya secara efektif, pemerintah harus memfasilitasi," jelas KH. Syamsuddin.

Ia menilai bahwa langkah pembangunan kompleks rumah ibadah lintas iman tersebut merupakan solusi konkret jangka panjang.

Baca Juga: Cara Cek Batas Desil DTSEN yang Berhak Menerima Bansos PKH dan BPNT 2026 di Situs Kemensos

Untuk memotong potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.

"Ini memberikan jawaban riil yang bisa mengikis, mengurangi, serta meminimalisir tentang konflik-konflik terkait rumah ibadah. Semoga ini semua sukses dan menjadi role model secara nasional," ungkapnya.

Melalui peresmian kelenteng tersebut, semakin mempertegas keberadaan enam rumah ibadah yang berdiri berdampingan di GBK.

Yakni Masjid Nurul Istiqlal, Kelenteng Zhong He Miao, Gereja Katolik, Gereja Kristen, Vihara dan Pura. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Kelenteng Zhong He Miao #kompleks grha bung karno #peresmian #Rumah Ibadah #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo