RADARSOLO.COM- Usulan penetapan Geopark Klaten terus bergulir dan menunjukkan tren positif.
Kawasan perbukitan purba yang membentang luas di wilayah Kecamatan Bayat ditargetkan dapat resmi ditetapkan sebagai geopark pada 2027.
Baca Juga: Tanggapan Jokowi usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan Kejaksaan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Klaten Pandu Wirabangsa menjelaskan, jalan menuju status geopark tersebut membutuhkan proses yang panjang dan bertahap.
Saat ini Pemkab Klaten berfokus menyelesaikan tahapan yakni penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Bayat.
“Ini baru proses KCAG dulu. Alhamdulillah, artinya proses sampai saat ini tetap on the track," Pandu saat ditemui di kompleks Pemkab Klaten pekan lalu.
"Semoga tahun ini untuk KCAG bisa keluar, sekaligus tahun ini kami berproses untuk surat gubernur terkait pengajuan usulan geopark,” imbuhnya.
Pandu mengungkapkan, keseriusan Pemkab Klaten dibuktikan dengan rampungnya penyusunan rencana induk Geopark Klaten.
Dokumen perencanaan strategis tersebut bahkan telah mengantongi verifikasi resmi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dengan modal kesiapan dokumen dan verifikasi pusat tersebut, Pemkab berharap proses birokrasi dan penilaian di tingkat selanjutnya bisa berjalan lancar.
Baca Juga: Prediksi Motor Baru Honda yang Akan Diluncurkan di Indonesia Besok: Benarkah Honda Ryden 160?
“Semoga tahun depan (2027) bisa kita dapatkan untuk penetapan geopark-nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pandu memaparkan bahwa status geopark memiliki arti yang sangat penting bagi masa depan Kabupaten Klaten.
Kehadiran geopark tersebut diyakini akan menjadi motor penggerak baru bagi kemajuan daerah, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Auto Laris! Skutik Retro Terbaru Suzuki Ini Ternyata Super Irit BBM, Cuma Segini Konsumsinya
“Gol utamanya, yang pertama tentu untuk branding kabupaten sebagai arah pengembangan kawasan Klaten. Kemudian yang kedua, secara otomatis akan meningkatkan daya saing bagi daerah. Dengan adanya geopark, kita punya satu langkah yang lebih baik ke depan,” jelas Pandu.
Sebagai bagian dari langkah memperkuat ekosistem pendukung dan mengenalkan potensi batuan purba Bayat ke masyarakat luas, Bapperida Klaten sukses menggelar event lari bertajuk Run to Geopark Klaten, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan edisi kedua setelah sukses diinisiasi untuk kali pertama pada akhir tahun 2025 lalu.
Ajang sport tourism ini mendapat antusiasme luar biasa dengan diikuti oleh sebanyak 700 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, terdapat satu peserta berkewarganegaraan asing asal Kolombia yang turut menjajal rute menantang di kawasan perbukitan purba Bayat tersebut.
Pemkab Klaten berencana menjadikan event lari ini sebagai agenda tahunan rutin.
Melalui perpaduan olahraga dan pariwisata (sport tourism), keindahan alam serta nilai sejarah geologi sedimentasi purba di Bayat diharapkan dapat semakin dikenal.
Baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menggalang dukungan publik menuju Klaten Geopark 2027. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono