Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

MinyaKita Berbau Minyak Tanah Meluas, Tersebar di Wonogiri hingga Klaten: Hasil Gorengan Jadi Hitam

Angga Purenda • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:41 WIB
Penukaran minyak goreng MinyaKita berbau minyak tanah di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten. (Dok DKPP Klaten)
Penukaran minyak goreng MinyaKita berbau minyak tanah di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten. (Dok DKPP Klaten)

RADARSOLO.COM – Belum terkuak penyebab MinyaKita di Kismantoro Wonogiri yang berbau minyak tanah, kasus serupa muncul di Klaten.

Bantuan pangan MinyaKita tersebut didistribusikan di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Warga ramai-ramai mendatangi kantor desa setempat untuk menukarkan MinyaKita.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Hanya Terpaut 4 Poin dari Top 5, Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen Jadi Penentuan

Mereka membawa MinyaKita yang masih utuh dalam kemasan plastik maupun yang sudah dipindahkan ke dalam botol.

Setelah menunjukkan kartu identitas (KTP/KK), warga langsung menerima produk MinyaKita pengganti dari pihak penyedia.

MinyaKita itu merupakan bagian dari paket bantuan pangan tahap kedua (alokasi April–Juni) yang dibagikan kepada 626 keluarga penerima manfaat (KPM) sekira dua minggu lalu.

Aroma tak sedap baru terdeteksi setelah warga membuka kemasan dan hendak menggunakannya untuk memasak. S

Wasiati, warga Desa Wonoboyo kaget saat hendak menggoreng makanan dengan MinyaKita berbau solar.

"Saya mau menggoreng, tapi baunya menyengat sekali seperti minyak tanah. Akhirnya saya buang. Kemarin tetangga-tetangga juga bilang begitu, lalu saya coba sendiri ternyata benar. Kalau dipakai memasak, hasil gorengannya jadi hitam," ujar Wasiati.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Mantan Bek Timnas, Eks Bali United, PSS Sleman, dan PSIS Merapat, Semen Padang Serius Bangkit!

Keluhan senada disampaikan Susila, 58, warga Wonoboyo lainnya. Keluarganya sempat menggunakan MinyaKita untuk menggoreng makanan intip.

"Waktu dipakai menggoreng rasanya beda sekali dengan minyak goreng yang beli di warung. Baunya aneh saat dipanaskan dan rasa makanannya jadi tidak enak,” ujar Susila.

Awalnya, Susila hanya diam saja karena MinyaKita itu bantuan pangan gratis. Tetapi dirinya bersyukur bisa ditukarkan dengan yang baru.

“Semoga ke depan bantuannya lebih baik kualitasnya," ungkap Susila yang menukarkan total 8 liter minyak untuk dua Kartu Keluarga (KK).

Merespons keluhan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten bergerak cepat dengan turun langsung ke lapangan bersama Perum Bulog, produsen, serta aparat kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten Iwan Kurniawan mengungkapkan, temuan minyak goreng berbau tak sedap itu terjadi di dua kecamatan.

Baca Juga: Cek Bansos BPNT Juni 2026 Rp 600 Ribu Lewat HP, Masukkan NIK KTP untuk Lihat Status Pencairan

Yaitu Kecamatan Wedi meliputi sembilan desa dan Kecamatan Jogonalan meliputi empat desa.

Total logistik yang terdampak mencapai 24.120 liter untuk 6.030 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Secara visual, karena kemasannya rapat, minyak ini memang tidak berbau. Namun setelah dibuka dan digunakan memasak, baru muncul bau minyak solar atau minyak tanah, dan warnanya pun cenderung lebih keruh,” jelas Iwan.

Ditambahkan Iwan, seluruh produk dari produsen yang sama tersebut langsung ditarik dan diganti baru.

Walaupun minyaknya sudah habis digunakan warga, pihak produsen tetap wajib menggantinya.

Pihak DKPP menambahkan, meski aroma MinyaKita memicu rasa mual pada warga yang mengonsumsinya, hingga saat ini belum ada laporan adanya korban yang harus dilarikan ke rumah sakit.

Saat ini, sampel produk telah dibawa oleh produsen untuk diuji di laboratorium guna mengetahui apakah disebabkan oleh kesalahan produksi atau adanya kontaminasi dari luar.

Baca Juga: Sprinter Asal Boyolali Unjuk Gigi, Juara Umum di Tunisia, Para Atletik Indonesia Kirim Sinyal Kuat ke Asian Para Games 2026

Sebagai langkah evaluasi, Pemkab Klaten meminta Perum Bulog dan pihak produsen untuk lebih memperketat pengawasan serta melakukan uji kelayakan produk secara cermat sebelum didistribusikan ke masyarakat.

"Kami juga meminta masyarakat untuk lebih jeli. Jika menerima bahan pangan bantuan yang warnanya, rasanya, atau baunya janggal dan aneh, segera laporkan ke dinas terkait agar bisa langsung ditindaklanjuti. Jangan dipaksakan untuk dikonsumsi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan," beber Iwan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#minyakita bau minyak tanah #klaten #Desa Wonoboyo #wonogiri #jogonalan