RADARSOLO.COM– Produsen MinyaKita PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) Karanganyar bergerak cepat merespons keluhan warga di Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
Menyusul komoditas bantuan pangan MinyaKita berbau mirip minyak tanah.
Pihak perusahaan memastikan seluruh produk yang terindikasi bermasalah telah ditarik total dan langsung diganti dengan produk baru yang sesuai standar mutu.
Baca Juga: Apa yang Baru dari Honda Vario EVO 160? Cek Detail Spesifikasi Lengkap dan Harganya
Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya menegaskan, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lapangan begitu menerima laporan masyarakat.
Tim juga melakukan penelusuran, penarikan logistik, sekaligus pendistribusian MinyaKita pengganti.
"Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan konsumen. Karena itu, seluruh produk yang terindikasi bermasalah langsung ditarik dari peredaran," ujar Joko Mukti Wijaya, Rabu (24/6/2026).
Dalam proses penanganan di lapangan, PT KMR berkolaborasi dengan Perum Bulog, Pemlan Klaten, dinas terkait, aparat keamanan, hingga jajaran pemerintah desa guna memastikan proses penukaran berjalan lancar dan kondusif.
Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan masyarakat, Joko menyatakan, perusahaan siap memberikan jaminan fasilitas kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan fisik pasca-menggunakan MinyaKita bau minyak tanah.
"Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian serius. Kami juga siap menanggung layanan medis jika ada keluhan kesehatan dari masyarakat setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak yang bermasalah tersebut," terang Joko.
Baca Juga: Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT, Kapolres Boyolali Siagakan Personel Gabungan
Saat ini, PT KMR masih melakukan investigasi mendalam serta memeriksa sampel produk di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya aroma asing pada minyak goreng kemasan itu.
Melalui momentum tersebut, PT KMR mengimbau warga penerima bantuan pangan di Kabupaten Klaten agar tidak perlu khawatir.
Pihak perusahaan membuka ruang komunikasi yang luas bagi masyarakat untuk melaporkan jika masih menemukan produk yang tidak sesuai dengan standar kualitas.
Baca Juga: SMP Program Khusus Solo Mulai Adopsi Kurikulum Internasional Tahun Ajaran 2026/2027
"Kami meminta warga penerima bantuan tidak ragu untuk melapor apabila menemukan produk yang tidak sesuai standar kualitas," jelas Joko.
"Setiap laporan segera kami tindaklanjuti secara cepat guna memastikan bantuan pangan yang diterima masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi," pungkas Joko. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono