RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
Mulai tahun ini, Pemkab Klaten resmi meluncurkan pilot project (proyek percontohan) program beasiswa kuliah yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Klaten mengucurkan anggaran sebesar Rp1 miliar.
Baca Juga: Mengapa Link Video Gek Diah Bali Heboh Diburu di TikTok dan X? Ini Fakta yang Sebenarnya Terjadi
Pada tahap awal dan menggandeng dua perguruan tinggi sebagai mitra strategis.
Kedua kampus tersebut adalah Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten dan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Yogyakarta.
Program itu dirancang agar seluruh warga masyarakat Klaten mendapatkan fasilitas dan kesempatan pendidikan yang sama.
Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak berprestasi yang terpaksa mengubur cita-citanya untuk kuliah hanya karena kendala biaya.
"Kita ingin memastikan pemerintah daerah hadir. Jangan sampai ada warga yang merasa tidak bisa mengakses pendidikan, padahal anaknya mampu dan pintar. Langkah ini juga menjadi bagian untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Klaten yang saat ini sudah lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan pusat," ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beberapa waktu lalu.
Kehadiran beasiswa daerah tersebut diharapkan dapat melengkapi skema beasiswa yang sudah ada dari pemerintah pusat. Seperti beasiswa LPDP sehingga kuota penerima manfaat di Klaten semakin luas.
Pemkab Klaten sedang melakukan proses pembicaraan dan menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan kedua pihak kampus terkait skema pembiayaannya.
Konsep yang sedang digodok oleh Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum Setda Klaten adalah sistem sharing budget.
“Skenario yang kami tawarkan adalah 50 persen ditanggung Pemkab dan 5 persen ditanggung oleh pihak kampus mitra hingga mahasiswa bersangkutan lulus kuliah,” ujar Hamenang.
Pemkab Klaten menargetkan program ini dapat dibuka pada bulan Juli 2026 mendatang. Mendahului masa perkuliahan baru yang biasa dimulai pada Agustus-September.
Baca Juga: Menuju Liga 2 2026/2027, Persis Solo Beberkan Pembenahan dan Jadwal Mulai Latihan
Proses seleksi dipastikan akan berjalan transparan melalui panitia seleksi khusus.
Indikator utama penilaian akan berbasis pada nilai akademik yang terverifikasi dari sekolah sebelumnya. Kemudian berasal dari keluarga kurang mampu.
“Jika pendaftar membeludak, kami akan melakukan perankingan berdasarkan bobot nilai dan grade sekolah untuk menentukan kuota terbaik,” jelasnya.
Pemkab Klaten menargetkan, jika proyek percontohan tahun ini berjalan sukses dan serapannya bagus, anggaran akan diperbesar pada tahun berikutnya.
Ke depan, Pemkab juga berencana memperluas jejaring kerja sama dengan menggandeng berbagai universitas besar lainnya di Indonesia.
Sementara itu, Rektor Unwidha Klaten Triyono membenarkan adanya koordinasi intensif terkait hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa aturan teknis saat ini sedang disiapkan.
Baca Juga: Muhibah Budaya Sri Sultan Hamengkubuwono X di Sragen Diundur, Ini Penyebabnya
"Konsepnya memang masih digodok, termasuk format pembiayaannya apakah nanti 50 persen-50 persen, 60 persen-40 persen, atau 70 persen-30 persen. Yang jelas tidak seluruhnya dari Pemkab, pihak kampus juga ikut membiayai,” jelasnya.
Terkait kuota dan jurusan, Triyono mengungkapkan juga belum diketuk karena biaya kuliah setiap program studi berbeda, terutama yang memiliki banyak praktikum. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono